MAKALE, BKM — Lepas sambut Komandan Kodim (Dandim) 1414 di rumah jabatan Bupati Tana Toraja, Jumat (3/11) malam suasananya haru.
Dandim Letkol CPN Jimmy Sirait begitu berat meninggalkan Toraja, namun demi tugas baru kepala Skuadron Semarang memaksanya harus ikhlas melepaskan jabatannya sebagai Dandim.
Jimmy Sirait begitu terkesan dengan masyarakat Toraja dan media selama 20 bulan mengabdi ditengah masyarakat Sangtorayan. Sehingga air mata kesedihan tak bisa dibendung saat berpisah dengan Bupati Tator Nicodmus Biringkanae yang selama ini selalu dipanggilny sebagai bapak.
Jimmy Sirat tidak banyak berucap, namun hanya terima kasih kepada Pemkab yakni Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.
Kepada awak media, Jimmy juga dikenal begitu dekat dan selalu menssupport program dan kegiatan Dandim. Utamanya Brigade Turun Sawah. ”Terima kasih semuanya saudara dan sahabatku, cukup banyak pengalaman saya dapatkan di Toraja seperti belajar adat dan istiadat,” paparnya.
”Ingatlah rekan dan saudaraku semua putra Toraja kelahiran Batak sekarang bertugas di Semarang, ”pungkas Jimmy.
Bupati Nicodemus pun kuasa menahan air mata melepas Jimmy. Dengan nada terbata-bata Nico mengenang kedekatannya selama ini dengan Jimmy seperti kedekatan seorang bapak dan anak. ”Saat memulai tugasnya di Toraja dia (Jimmy) bilang ke saya, maukah pak bupati saya panggil bapak” (Ayah),” tandas Nico mengenang awal pertemuannya dengan Jimmy kala itu.
Menurut Nico kesan itulah yang membuat kedekatan keduanya.
”Berangkatlah wahai anak saudaraku, Pemkab dan masyarakat masih kenang sepanjang masa amal baktimu di “Bumi Lepongan Bulan Tana Matari Allo” dan selamat datang Dandim baru Letkol Hiras Marnaek Saragih Turnip,” ujar Nico. (gus/C).
Mantan Dandim Lepas Sambut di Rujab
