Site icon Berita Kota Makassar

843 Pedagang Segera Huni Pasar Sentral Sungguminasa

GOWA, BKM — Sebanyak 843 pedagang termasuk pedagang kakilima yang ada di sekitaran pasar Sentral Sungguminasa segera menghuni lods dan kios dalam pasar yang direnovasi pasca-terbakar dua tahun lalu.
Pasar yang terletak di Jl KH Wahid Hasyim Sungguminasa ini dibangun atas sokongan anggaran dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI senilai Rp10 miliar lebih dengan jumlah lods dan kios yang dibangun sebanyak 830 unit.
Melihat jumlah pedagang lebih besar ketimbang jumlah lods dan kios (masih kurang 13 unit kios), menurut Kadis Perdagangan dan Perindustrian (Perdastri) Gowa, Andi Sura Suaib saat memberikan pengarahan kepada ratusan pedagang di kawasan Istana Tamalate kompleks Museum Istana Balla Lompoa, Senin sore (7/11), pembagian lods dan kios segera dilakukan dalam bentuk mufakat.
”Rencana pemindahan seluruh pedagang untuk menempati lods dan kios baru tersebut telah dibicarakan antara pihak dinas Perdastri dengan para pedagang di bawah kolong Istana Tamalate dan saya yang pimpin langsung,” terang Andi Sura.
Dalam rapat tersebut, pedagang diberi pengarahan tentang rencana pengisian lods dan kios yang selama ini mereka tinggalkan karena harus dibangun ulang. ”Ini adalah pertemuan lanjutan. Pertemuan ini sebagai persiapan untuk memasukkan kembali para pedagang ke dalam pasar. Banyak opsi mengemuka saat rencana pengisian. Ada yang minta diundi, ada juga minta mengatur sendiri. Namun kami sepakat pilih pembagiannya dilakukan mufakat saja agar adil. Para pedagang meminta mengatur sendiri,” kata Andi Sura.
Andi Sura mengakui, dalam pemindahan pedagang ini nantinya, konsekuensinya pasti ada pedagang tidak puas dengan cara itu. ”Namun kita akan upayakan tidak ada masalah,” ucap Andi Sura salut karena selama pengarahan dalam pertemuan itu, suasana penuh kekeluargaan.
Para pedagang juga setuju penggabungan dua kios jadi satu bagi pedagang yang memiliki dua kios di lods berbeda namun jenis jualannya sama. ”Ya baguslah kalau lods atau kios itu digabung jadi satu biar lebih luas. Apalagi kalau jenis dagangannya samaji,” kata Dg Ramma, salah seorang pedagang.
Diakui Kadis, dari jumlah lods dan kios yang ada, masih ada kekurangan sebanyak 13 unit kios. Untuk mengakali kekurangan itu, pihaknya memberikan solusi menggunakan bangunan kios lama yang selama ini memang dikosongkan. Khusus pembagian lods dan kios, tambah dia, diberikan kepada pedagang secara cuma-cuma alias gratis.
Meski para pedagang sudah dipersiapkan untuk menempati kios di lods-lods yang ada, Andi Sura mengaku masih ada bagian pasar yang dalam proses pengerjaan hingga saat ini antara lain tempat parkir, tempat bongkaran barang serta pos jaga pasar. (sar/mir)

Exit mobile version