ENREKANG, BKM — Untuk mengantisipasi terjadinya abrasi sungai Saddang Desa Pundilemo, Kecamatan Cendana-Enrekang, BPBD Kabupaten Enrekang melakukan pengerukan sungai sepanjang 100 meter. Pengerukan sungai dilakukan pada bulan Oktober di Desa Pundilemo Kecamatan Cendana.
Perairan sungai Saddang di Desa Pundilemo sudah lama terjadi pendangkalan. Sehingga aliran air sungai berbelok arah dan menghantam tebing-tebing yang berada di pinggiran sungai.
Akibatnya, tebing tersebut mengalami longsor atau abrasi. Parahnya, diatas tebing digunakan warga setempat sebagai lahan pertanian dan perkebunan.
Kepala Seksi Rehabiliasti BPBD Kabupaten Enrekang Usman mengatakan sekitar 300 meter panjang bibir sungai yang mengalami abrasi. “Parahnya karena diatas bibir sungai dijadikan lahan persawahan dan perkebunan oleh warga. Jika sungai tidak dinormalisasi, bisa jadi lahan-lahan tersebut akan habis dihantam arus sungai,” ujar Usman, Selasa (7/11).
Dia menambahkan ada tujuh rumah milik warga yang terancam karena lokasinya tidak jauh dari bibir sungai.
Untuk mengantisipasi berbagai ancaman tersebut, BPBD kabupaten Enrekang melakukan pengalihan air sungai dengan mengeruk di bagian pendakalan. “Upaya yang kita lakukan adalah mengeruk di bagian pendakalan kurang lebih 100 meter. Ini dilakukan untuk mengurangi tekanan arus,”ujar Usman.
Saat ini, arus sungai sudah dialihkan dan tidak terjadi pendakalan lagi. Hanya saja, menurut Usman, upaya tersebut belumlah maksimal. (her/C)