SIDRAP, BKM — Prevalensi HIV-AIDS di Sidrap, mengkhawatirkan. Ibu rumah tangga (IRT) dan anak-anak pun ada yang tertular.
Penggiat Anti Narkoba dan HIV-AIDS, dr Rusmin mengingatkan agar warga Sidrap senantiasa lebih waspada.
“Utamanya laki-laki atau para suami, tolong jangan suka “jajan” diluar, kasihan anak istri, mereka bisa tertular kalau bapak terkena,” ujar dr Rusmin, Rabu, (8/11).
Data terakhir penderita HIV-AIDS di Sidrap, sebutnya, korban HIV-AIDS sudah mencapai 71 orang, mereka tersebar di 11 kecamatan di Sidrap.
Dari 71 orang penderita itu, 34 orang diantanya sudah meninggal dunia. Dr Rusmin menyebut, dari sekian banyak vektor HIV itu, 25 orang diantaranya diketahui sebagai perantau, dalam dan luar negeri.
“Ada yang pernah merantau di Papua, Palu, sejumlah daerah di Kaltim, Probolinggo, Semarang serta Malaysia dan Brunai Darussalam,” akunya.
Masih menutur dr Rusmin, sesuai data yang dikantonginya, penderita HIV-AIDS di Sidrap itu terdiri dari 15 wanita dan 54 laki-laki.
Bahkan, saat ini ada dua bayi positif HIV Aids.
“15 orang wanita yang terjangkit itu, 10 orang diantaranya adalah Ibu Rumah Tangga (IRT). Ada juga dua orang yang masih anak-anak atau bayi positif dan tengah pengawasan kita,” bebernya.
Penggiat Anti Narkoba dan HIV-AIDS lainnya, Muhammad Ahlan tidak terkejut dengan fakta itu. Ketua LSM Muhtada’fin ini pun berharap adanya intervensi secara massif dari pemerintah daerah.
“Kegiatan sosialisasi ke masyarakat soal pentingnya menjauhi narkoba dan seks bebas, mungkin bisa menjadi salah satu upaya menekan penyebarannya yang lebih luas,” ujar Ahlan. (ady/C)
