Site icon Berita Kota Makassar

Kasek SMAN 21 Dinonaktifkan

MAKASSAR, BKM — Gara-gara penerimaan siswa baru yang bersoal hingga saat ini, Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 21 Makassar, Armin Amri dinonaktifkan.
Penonaktifan Kepala SMA 21 melalui surat resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel yang ditandatangani Kadis Pendidikan, H Irman Yasin Limpo.
Dia dinilai tidak tegas dalam menangani kisruh yang berlangsung Juni lalu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo membenarkan jika Kasek SMAN 21 dinonaktifkan untuk sementara. Alasannya, mengkondusifkan suasana di sekolah tersebut. Untuk sementara, posisi kasek dipercayakan ke Koordinator Pengawas (Korwas) Disdik, Nur Laely Basir.
Menurut Irman, Armin tidak mampu mengendalikan situasi ketika ada desakan dari sejumlah orang tua yang memaksakan anaknya masuk ke sekolah tersebut. Akibatnya, 18 siswa masuk ke sekolah tersebut. Walaupun setelah itu, satu per satu siswa yang dimasukkan secara paksa ke sana mengundurkan diri.
“Kenapa non aktifkan kasek karena kita mau ambil alih persoalan ini. Makanya kita turunkan pengawas untuk ambil alih. Ada keputusan dewan guru untuk tidak mengajar kalau anak yang dimasukkan secara paksa di sekolah itu masih ada, ” jelas None.
Selain itu, Armin dinilai terlambat melakukan koordinasi atau menginformasikan ke Disdik jika sejumlah orang tua yang memaksakan masuk ke SMAN 21 sudah mengancam para guru.
“Itu guru-guru diancam diculik. Ada rekamannya diancam untuk diculik. Mau didatangi rumahnya, mau dibuang ke kanal. Menurut saya, disitu keteledoran Kasek tidak merespon dengan cepat padahal ancaman sudah ada di depan mata,” ungkap lelaki yang akrab disapa None itu.
Akibat ancaman itu, lanjutnya, semua guru menjadi takut untuk mengajar. Itu juga yang membuat Disdik mengerahkan sejumlah Satpol PP untuk melakukan penjagaan di sekolah tersebut.
“Heran juga saya, ada ratusan ribu yang bermasalah dan tidak lolos penerimaan siswa baru, delapan orang ini mendesak untuk dimasukkan ke SMAN 21,” katanya.
Yang sangat disayangkan, delapan siswa yang ngotot dimasukkan itu sebenarnya sudah diterima di sekolah lain. Ada yang negeri ada juga yang swasta.
Kepala SMA 21 Makassar, Armin yang dikonfirmasi mengakui jika dirinya dinonaktifkan dan mulai Rabu (8/11) tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah yang berada di kawasan BTP (Bumi Tamalanrea Permai) Makassar.
“Suratnya saya terima tadi pagi (kemarin). Saya dicopot jadi kepala sekolah, dan digantikan sama pengawas sekolah ibu Lily,” kata Armin.
Ia mengakui, jika dirinya dicopot gegara adanya gejolak masyarakat yang berujung demonstrasi di sekolah.
“Ini gara-gara demo orang tua siswa, mereka memaksakan anaknya masuk dan diterima di sekolah. Meski begitu, kami tetap komitmen dan tidak akan mengakomodir siswa lewat jendela,” ujarnya.
Menurutnya, memang beberapa hari ini ada gejolak di sekolah. Ada 18 siswa yang mendesak untuk dimasukkan ke SMA 21. Bahkan mereka sempat masuk dalam kelas, dan ikut belajar dengan siswa lainnya. Tapi kita tidak pernah akomodir, kita tidak mengakui itu,” cetusnya.
Menurut Armin, pencopotan dirinya merupakan hal yang wajar wajar saja. Ia merasa tidak ada yang salah, dan sampai saat ini dirinya tetap teguh dan komitmen dengan aturan penerimaan siswa baru.
“Biasaji ini, tidak adaji masalah. Jabatan itu ibarat daki, sekali digosok langsung hilang. Apapun resikonya kami terima,” tandasnya. (rhm)

Exit mobile version