Site icon Berita Kota Makassar

Danny: Mari Ingat Kembali Proses Lahirnya Kota Makassar

MAKASSAR, BKM– Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-410 tahun digelar oleh Pemerintah Kota Makassar dengan melakukan ziarah ke kompleks makam Raja-raja Tallo yang terletak di Jalan Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo, Kamis (9/11).
Ziarah yang dilakukan Pemkot Makassar sesuai dengan tema yang diangkat yaitu, penghormatan pada sejarah. Di dalam kompleks Makam Raja-raja Tallo, Danny sapaan akrab Wali Kota Makassar dibersama Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal dan Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Baso Amiruddin didampingi Ketua Lembaga Adat Tinggi Sombayya Ri Tallo, Andi Abdul Rauf Maro Karaeng Rewa langsung mengunjungi makam Sultan Mudaffar, Raja Tallo Vll dan kemudian makam Karaeng Parang-parang, Karaeng Bainea Ri Tallo.
Di depan makam itu, Wali Kota Makassar yang memimpin langsung ziarah menabur bunga dan memanjatkan doa secara bersama-sama yang sekaligus mendoakan Kota Makassar untuk ke depannya yang ditandai dengan bunyi sirine dari mobil Damkar Kota Makassar.
Sebelum masuk ke dalam kawasan kompleks makam Raja-raja Tallo, rombongan Pemkot Makassar lebih dulu masuk mengunjungi Bungung Pallatikang untuk membasuh muka. Dimana kegiatan itu sudah menjadi tradisi bagi setiap tamu yang akan masuk ke dalam kompleks makam Raja-raja Tallo. Tradisi itupun disebut sebagai tradisi budaya Timungang Lompoa.
Dihadapan warga Tallo, Danny yang mengenakn baju adat Bugis-Makassar menyampaikan peringatan HUT Kota Makassar dirangkaikan dengan melakukan ziarah ke makam raja-raja untuk mengenang dan mengingat kembali sejarah proses lahirnya Kota Makassar.
Ada tiga hal kata Danny yang bisa ditarik untuk bisa mengarungi masa depan dengan sukses. Pertama adalah doa, mengingat Kota Makassar lahir di hari jumat dan itu tentu memberikan pelajaran bahwa ridha Allah disertai doa tentu akan buat hasil yang baik. Ke dua kekuatan kebersamaan dari kerajaan masa lampau menjadi pondasi beridirinya kota ini.
“Ketiga adalah persatuan, yang dimana bersatunya pikiran-pikiran dari tokoh dan raja-raja hingga melahirkan Kota Makassar religius, kebersamaan dan persatuan yang hari ini harus kita jaga,” sebutnya.
Dia menambahkan, Kota Makassar sekarang ini berbeda dengan Kota Makasaar masa lalu. Kalau dulunya dikenal sebagai bandar rempah-rempah, sekarang ini lebih dikenal dengan pelabuhan penting di nusantara.
“Hari ini (kemarin-red) kita persatukan doa ta untuk Kota Makassar yang mengingat kita dalam semangat menghormati sejarah. Karena sejarah mengajari kita bisa unggul di masa depan. Makassar memiliki banyak sejarah yang unggul dan memiliki nilai tinggi untuk diwariskan ke generasi kita untuk membangun Makasaar dua kali tambah baik,” terangnya.
Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Adat Tinggi Sombayya Ri Tallo, Andi Abdul Rauf Maro Karaeng Rewa mengapresiasi hadirnya Wali Kota Makassar bersama rombongan datang berziarah ke makam Raja-raja Tallo dalam peringatan HUT Kota Makassar.
Dia melihat kedatangan orang nomor satu bukan untuk politik, tetapi dengan tujuan melihat sejarah dan kebesaran leluhur sombayya ri tallo lalu menggaungkan haul.
“Siapapu wali kota harus haul karena Tallo asal dari Kota Makassar. Dari disini Makassar ada,” ucapnya. (arf)

Exit mobile version