MAKASSAR, BKM — Tim khusus Polda Sulsel dan personel Polsek Rappocini diback up Resmob Polda Sulsel, unjuk gigi. Dalam sehari, mereka berhasil menangkap empat tersangka begal di lokasi berbeda. Tiga diantaranya bahkan dihadiahi timah panas.
Penangkapan oleh timsus berlangsung Rabu (15/11). Dua orang tersangka jambret diringkus. Masing-masing Maskur alias Botak (21), warga Jalan Ir Sutami (samping tol), dan Ez alias Ap (14) yang beralamat di Puri Patte’ne Permai, Makassar.
Satu orang tersangka, yakni Maskur terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki. Ia berusaha melarikan diri saat dibawa untuk pengembangan kasus.
Sementara itu, petugas Polsek Rappocini dan Resmob Polda juga menangkap dua orang dalam rentang waktu hitungan jam. Polisi meringkus dua tersangka begal sadis.
Masing-masing Ahmad Arun Riadi alias Mading (18), warga Jalan Sepakat 1, Kecamatan Panakkukang. Serta Sofyan Al Cappi (19), beralamat di BTN Hartaco Indah Blok 1. Keduanya juga didor oleh polisi.
Penangkapan Maskur berawal ketika salah seorang anggota Timsus Polda Sulsel mendapat informasi keberadaan Maskur. Pelaku jambret ini disebutkan ada di rumahnya Jalan Ir Sutami (samping jalan tol). Selanjutnya polisi segera bergerak ke lokasi. Maskur dibekuk tanpa perlawanan.
Ketika diinterogasi, dia mengakui perbuatannya telah melakukan aksi jambret. Hanya saja, Maskur tak melakukannya sendirian. Melainkan ditemani oleh seorang rekannya bernama Ez alias Ap. Saat itu mereka berhasil membawa kabur HP merek Samsung J5.
‘Nyanyian’ Maskur langsung ditindaklanjuti polisi. Ia kemudian digiring untuk menunjukkan lokasi persembunyian Ez. Hanya saja, Ez tak berada di tempat.
Petugas kemudian menyebar melakukan penyelidikan. Hasilnya, diperoleh informasi jika Ez sedang berada di sebuah warnet. Alhasil, Ez pun diciduk. Ia lalu dibawa ke Mapolda Sulsel guna pemeriksaan lebih lanjut. Ez mengaku perbuatannya melakukan aksi jambret bersama Maskur di wilayah hukum Polsek Biringkanaya.
Usai diperiksa, Rabu (15/11) pukul 18.25 Wita, keduanya kembali dibawa untuk pengembangan kasus. Mereka diminta menunjuk lokasi tempatnya menjambret.
Namun, setibanya di tempat yang dituju, Maskur melompat dari mobil petugas. Selanjutnya mengambil langkah seribu.
Tak ingin hasil tangkapannya lolos begitu saja, polisi pun langsung bereaksi. Tiga kali tembakan peringatan ke udara diberikan. Namun tidak digubris.
Moncong pistol secara terarah dibidikkan ke bagian tubuh tersangka. Dua pelor menerjang kaki Maskur, hingga akhirnya jatuh tersungkur. Selanjutnya petugas kepolisian mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Kamis (16/11) membenarkan penangkapan kedua tersangka oleh tim khusus. ”Satu diantaranya terpaksa dilumpuhkan karena mencoba kabur saat dibawa untuk proses pengembangan,” ujarnya.
Dari tangan Maskur, tambah Dicky, diamankan barang bukti HP Samsung J5. Hal ini bersesuaian dengan laporan korban ke polisi bernomor: LP/1257/X/2017/Restabes Makassar/Sek Biringkanaya tertanggal 23 Oktober.
“Barang bukti yang disita petugas dari tangan Maskur berupa HP merek Samsung J5, itu sesuai dengan laporan korban. Kedua tersangka telah diserahkan ke Polsek Biringkanaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tandas Dicky.
Untuk tersangka Ahmad Arun dan Sofyan, ditangkap tim Resmob Polda Sulsel bersama aparat Polsek Rappocini di Jalan Metro Tanjung Bunga. Keduanya lalu digelandang ke posko resmob.
Polisi mengamankan barang bukti dua bilah parang, sebilah badik, sembilan anak panah, satu motor Yamaha Fino warna putih, satu unit motor Yamaha Soul GT warna merah hitam, serta satu unit motor Honda Beat warna putih hijau. Kendaraan yang diamankan tersebut diduga dipakai kedua tersangka dalam melancarkan aksinya.
Usai menjalani pemeriksaan, mereka dibawa untuk menunjukkan lokasinya beraksi. Namun di tengah perjalanan keduanya berontak. Ahmad Arun dan Sofyan melompat dari atas mobil kemudian berlari.
Aksi kejar-kejaran sempat terjadi. Setelah memberi tembakan peringatan yang tak digubris, polisi mengambil tindakan tegas. Kaki kedua tersangka pun ditembak. Selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di kakinya.
Tersangka Mading dalam pengakuannya kepada petugas, menyebut ada 16 titik lokasi aksinya. Namun ia tak sendirian. Melainkan bersama rekannya secara bergantian. Masing-masing Salim, Rustam, Irwan, Ansar, Sofyan, Andian dan Falli.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Anwar Efendi yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan penangkapan kedua begal sadis ini. ”Mereka terpaksa dilumpuhkan karena mencoba kabur saat dibawa untuk proses pengembangan,” ujarnya. (ish/rus)
Sehari, Tiga Tersangka Begal Didor
