KELANGKAAN gas elpiji kemasan 3 kg di Kota Makassar membuat Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bertanya-tanya. Ia bahkan meminta PT Pertamina untuk bertanggungjawab atas kondisi sekarang ini.
Pertanggungjawaban Pertamina, jelas Danny sapaan akrabnya, dengan mereka segera turun melakukan pengawasan dan menindak tegas pelaku yang bermain dan membuat gas elpiji bersubsidi sulit didapatkan masyarakat di Kota Makassar.
“Ini berbahaya sekali, kita sudah coba mengalihkan penggunaan BBM ke gas, dan kita sudah sosialisasikan tapi malah langkah. Inikan menurunkan kepercayaan masyarakat,” sebut Danny di Rujab, Kamis (16/11).
Adapun yang diharapkan Pemkot Makassar adanya koordinas antara PT Pertamina dan Pemkot Makassar. Sebab hingga saat ini pemkot tidak mengetahui distributor dari pertamina.
” Kordinasi dengan Pemkot Makassar itu penting sekali, kita bisa ikut membantu mengawasi gas. Selama ini kita cuma kebagian sosialisasi saja dan tidak pernah dilibatkan untuk tahu cara penyaluran gas,” akunya.
Wali kota menambahkan, perlu adanya aturan penggunaan gas elpiji bersubsidi agar tidak ada pelarangan tempat usaha dalam menggunakan gas elpiji.
“Pemkot Makassar butuh dukungan dari Pertamina menindaki penggunaan gas elpiji bagi pelaku usaha. Dan saya meminta pelaku usaha yang suka menggunakan gas elpiji bersubsidi tidak lagi menggunakan. Berikan kepada masyarakat biasa, dan Pertamina memberikan jaminan ke Pemkot Makassar kalau gasnya cukup,” tegasnya. (arf)
Danny Minta Pertamina Bertanggungjawab
