MAKASSAR, BKM — Dua tersangka begal ditembak aparat Tim Khusus Polda Sulsel. Mereka adalah Guntur (19), warga BTP Blok H dan rekannya Fatur, yang beralamat di Tamalanrea.
Dalam catatan kepolisian, Guntur dan Fatur masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus pencurian disertai kekerasan. Keduanya membegal korban bernama Heru Wibowo (21), anak seorang perwira polisi yang bertugas di SPN Batua.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombe Pol Dicky Sondani, membenarkan penangkapan kedua tersangka. Tindakan tegas terpaksa diambil polisi, karena saat dibawa untuk pengembangan kasus, keduanya mencoba melarikan diri.
”Sebelumnya, korban melapor di Polsek Biringkanaya pada hari Jumat (10/11). Saat kejadian dia melintas di Jalan Pajjaiyyang, Kelurahan Paccerakkang. Tiba-tiba datang pelaku membegalnya. Korban diparangi hingga mengalami luka terbyka di bagian bahu sebelah kanan. Barang milik korban berupa laptop dan tas dibawa kabur kedua tersangka,” jelas Dicky.
Selama sepekan keduanya dalam pengejaran polisi. Timsus Polda Sulsel yang dipimpin Ipda Artenius melakukan penyelidikan. Hasilnya, keberadaan kedua tersangka berhasil dideteksi pada hari Jumat (17/11) sekitar pukul 07.45 Wita. Mereka pun ditangkap lalu kemudian dibawa ke kantor polisi.
Dari hasil pemeriksaan petugas, keduanya mengaku melakukan aksi begal di Jalan Pajjaiyyang dengan cara memarangi korban. Setelah membuat korbannya tak berdaya, mereka lalu kabur membawa hasil rampasannya.
Usai diinterogasi, tim khusus kemudian menggiring keduanya untuk pengembangan kasus. Mereka diminta menunjukkan lokasi aksinya.
Namun di tengah perjalanan, keduanya berontak dan berusaha kabur. Langkah persuasif diambil polisi dengan memberikan tembakan peringatan. Tapi tak digubris.
Tindakan tegas ditempuh dengan menembak kaki tersangka. Keduanya pun roboh tak berkutik. Selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di kakinya. (ish/rus)
Dua Pembegal Anak Perwira Polisi Ditembak
