MAKASSAR, BKM–Tokoh nasional, yang tak lain adalah ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr (Hc) H A Muhaimin Iskandar, menyampaikan kuliah umum di depan civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (17/11). Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menyampaikan materi bertema Membumikan semangat kebhinekaan dalam memperkokoh keutuhan NKRI.
Cak Imin memang dikenal getol memperjuangkan makna dan implementasi kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa, beragama, dan bernegara. Bahkan atas geliatnya mendorong kebhinekaan, Cak Imin memperoleh Gelar Doktor Honoris Causa dari Univeristas Airlangga.
Didampingi Mantan Menteri Desa, Marwan Jafar, Anggota DPR RI Jazilul Fawaid, Komisaris PT Petrokimia Putera, Andi Muawiyah Ramli, Tokoh Perjuangan Buruh Indonesia, Dita Indah Sari, Sekjen Perempuan Bangsa, Luluk Nur Hamidah, Cak Imin membahas fanatisme keagamaan dengan tafsir ekstrim dan gerakan transnasional menjadi ancaman bagi kukuhnya kebhinekaan. “Prinsip kebhinekaan berkontribusi dalam memajukan Indonesia. Sejak belum merdeka, Indonesia sudah menjadi kawasan yang sangat plural, yang memang ber-Bhinneka Tunggal Ika dan Agama menjadi spirit kebangsaan,”jelas Cucu (alm) salah satu pendiri Orman NU, KH Bisyri Syamsuri.
Bagi Cak Imin, mengelola kebhinekaan adalah mengelola perbedaan dan keragaman dalam situasi yang aktual, situasi nyata kekinian. Ia mencontohkan Rasulullah saat mendeklarasikan piagam madinah, justeru menjadi konsensus bersama dari berbagai etnis dan agama. Bukan mendirikan negara Islam.
Kuliah Umum Cak Imin di UNM di buka Rektor UNM, Prof Husain Syam dengan moderator Prof Jasruddin Direktur Program Pascasarjana, Seluruh Wakil Rektor dan Dekan Fakultas, Dosen-dosen hadir dan antusias dalam agenda rutin UNM itu.
Prof Husain Syam menyambut baik kehadiran Cak Imin di kampus yang dibesutnya, Ia berharap spirit dan inspirasi dari Cak Imin akan menjadi ingatan bagi civitas akademika UNM. “Cak Imin ini luar biasa, sejak usia 32 tahun sudah jadi wakil ketua DPR RI termuda dan selam 10 tahun di DPR RI, kemudian menjadi menteri tenaga kerja,” kata Prof Husain.
Sebelumnya, Cak Imin membuka Rapat Koordinasi Wilayah, Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Sulsel di Singgasana Hotel, Makassar, Kamis (16/11) malam.
Selain pengurus PKB Se-Sulsel, Anggota DPRD PKB Kabupaten-Kota, Provinsi, Acara ini juga dihadiri Ulama Kharismatik Sulsel, AGH Sanusi Baco Lc, Pendiri PKB Andi Muawiyah Ramli, Ketua GP Ansor Sulsel Rusdi Idrus, Ketua Fatayat Sulsel Nurul Ulfa.
Agenda Rakorwil DPP PKB sebagai pemantapan konsolidasi pemenangan Pilkada 2018, pemilu legislatif 2019 serta pilpres 2019 juga bertujuan memperkuat konsolidasi PKB dan idealisme perjuangan partai sebagai benteng dalam menjaga dan membangun NKRI.
Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad menyampaikan agenda Rakorwil yang mengundang khusus, Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar yang di sapa Cak Imin. “Cak Imin hadir, karena kader-kader PKB di Sulsel sangat rindu. Betul tidak,” kata Azhar yang disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam pidato politiknya, cak Imin meminta kader PKB untuk menguatkan kebangsaan dan Islam Rahmatan Lilalamin. Apalagi posisi PKB di 2014 yang mampu memperoleh 11 juta suara.
“PKB sebagai kekuatan Islam dan kekuatan kebangsaan harus menjadi penopang bangsa menjadi penyeimbang kelompok-kelompok yang bertentangan, Indonesia lahir dari semngat nasionalisme berbasis keagamaan,” katanya.
Tak lupa Cak Imin menegaskan target DPR RI 100 Kursi dan PKB Sulsel mesti berkonstribusi 3 kursi. “Kalau gak dapat 3 kursi. Paling tidak satu kursi saja dulu, yah bang Andi Muawiyah. Kalau Sulsel mau berubah, kasi kesempatan kepada PKB,” tandasnya. (nug/rif/c)
Ketum PKB Tegaskan Pentingnya Persatuan
