MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai melakukan persiapan untuk menghadapi masuknya musim hujan di Kota Makassar.
Bahkan saat ini BPBD mengantisipasi tiga kecamatan langganan banjir dan genangan setiap tahun yakni Kecamatan Tamalanrea, Biringkanayya dan Manggala.
Kepala Seksi Bidang Kesiagaan BPBD Kota Makassar, Hidayat, mengatakan, setiap tahun ketika musim hujan BPBD Kota Makassar aktif turun melakukan pemantauan kondisi wilayah di Makassar. Pemantuan dilakukan untuk mendata semua wilayah yang terendam banjir dan genangan.
Selain melakukan pendataan kata Hidayat, BPBD Kota Makassar juga membentuk posko banjir di wilayah yang terendam banjir. Sehingga mempermudah para relawan melakukan evakuasi kepada masyarakat korban banjir
“Kami tetap menunggu informasi dari BMKG kapan musim hujan mulai masuk. Ketika informasi kami sudah dapatkan pasti kami segera siaga dan membentuk posko banjir di wilayah terendam banjir,” kata Hidayat, Jumat (17/11).
Selain itu, kata Hidayat, BPBD juga meminta satgas di kecamatan ikut membantu dengan turun melakukan pengawasan dan berkordinasikan dengan BPBD mencari titik-titik rawan banjir di wilayahnya.
“Tiga kecamatan itu kami prediksi kembali banjir tahun ini. Kita sudah minta pihak kecamatan berkoordinasi terkait titik-titik banjir di wilayahnya biar kami turunkan tim meninjau. Kalau benar maka kami laporkan ke dinas terkait soal penanganannya,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Badan BPBD Kota Makassar, Muhammad Rusly saat berada di gedung DPRD Makassar membeberkan, ia telah menganggarkan pengadaan posko siaga dan tanggap darurat bencana 2018, guna mengantisipasi bencana banjir dan kebakaran.
“Kita sudah antisipasi soal itu, karena presentasi terjadinya bencana di Kota Makassar mencapai 85 persen. Tahun ini kita anggarkan sebesar Rp2,5 miliar dengan jumlah posko siaga dan tanggap bencana sebanyak 60 posko,” ujarnya.
Hasil pantauan BKM selama tiga hari lalu di Kecamatan Tallo yang berdekatan dengan Kecamatan Manggala dan Panakukang mengalami banjir hingga betis. Kini air berasal dari luapan Sungai Tallo telah surut.
“Kemarin ji dek waktu hujan keras banjir disini karena air di sungai naik, sekarang turun mi lagi airnya,” ujar Amir Warga Kelurahan Antang Kecamatan Manggala saat ditemui di lokasi, kemarin.
Ia juga menyatakan lokasi tersebut menjadi langganan banjir sebab jika Sungai Tallo meluap dan hujan tak kunjung berhenti, maka dipastikan air akan mencapai betis hingga pinggang. Seperti halnya yang dialami warga Jalan Antang Raya Lorong 8, Kompleks Perumnas Antang Blok 10 yang biasa menjadi langganan banjir.
Bahkan genangan air di sejumlah ruas jalan seperti Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya Daya, Moncongloe Maros dan Pattalassang Gowa kini telah surut.
“Biasa memang disini banjir, tapi belum pi kalau hujan seperti ini dek. Biasanya itu desember atau masuk awal tahun pasti disini banjir sampai pinggang,” beber Alif warga Nusa Harapan Indah.(arf-ita)
