MAMUJU, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdagtriankop) dan UKM Provinsi Sulbar, akan terus mendorong para pelaku usaha strategis yang ada di wilayah Kabupaten Mamuju agar lebih mampu bangkit dan bersaing dalam mengembangkan usahanya.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Sulbar, H Bahtiar HS, SE. MH saat membuka acara pelatihan kelompok usaha kewirausahaan bagi kelompok usaha strategis, di Hotel Mamuju Beach Mamuju. Pelatihan yang berlangsung pada 30 Oktober sampai 1 Nopember 2017 ini diikuti sebanyak 40 orang pelaku usaha strategis di Mamuju.
”Sehingga harapan kita selaku pemerintah agar pelaku usaha strategis ini dapat lebih maju dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. Termasuk memenej pengelolaan produksi lokal yang nantinya dikelola menjadi usaha besar dan dapat berkembang maju,” papar H Bahtiar HS di hadapan para peserta.
Bachtiar menjelaskan, apa yang telah diberikan ini tujuannya agar para kelompok usaha strategis ini akan mampu lebih meningkatkan pola pikir dalam tatacara mengelola dan memajukan usaha yang telah dikembangkannya.
”Jika ini betul dilakukan secara baik, kami yakin setiap usaha yang dikelolanya akan mampu menjadi besar dan bisa menimbulkan dampak positif bagi masyarakat di sekitar usaha tersebut. Bahkan, bisa memberikan juga dampak positif jika usaha yang dikembangkan ini maju, maka juga akan memberikan angin segar kepada masyarakat lainya untuk bisa direkrut sebagai tenaga kerja,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi UKM, Drs Petrus Iminggus MM, di hadapan para peserta memaparkan, program usaha strategis bagi setiap kelompok usaha yang telah dikelola itu, harus dibarengi kemampuan memenej serta keseriusan dan keteladanan terhadap pengelolaan usaha yang telah digelutinya.
Tanpa ada semangat dan keseriusan dalam meningkat kualitas bagi setiap kelompok usaha dalam memenej usahanya, maka itu sama halnya sebagai nama saj. Karena yang dibutuhkan bagi para kelompok usaha strategis adalah kemampuan, kualitas, dan dedikasi tinggi dalam komitmen untuk membangun usahanya.
”Karena tanpa ada kemauan dan semangat dalam menumbuhkan kemampuan kualitas dalam mengelola pada usahanya, itu sama halnya sia-sia dan hanya dikenang tanpa ada sebuah hasil maksimal diperoleh bagi pelaku usaha yang tidak melakukan keseriusan,” papar Petrus Iminggus.
Ditambahkan, para pelaku usaha strategis ini harus juga cerdas menggunakan pola pengembangan usaha. ”Jangan mengelola usaha di daerah yang memang daya belinya kurang maksimal. Jika itu tidak disikapi secara, baik maka program usaha yang telah dikembangkan itu, tidak akan bisa berkembang. Bahkan bisa menimbulkan kerugian,” tegas Petrus Iminggus. (ala/mir/c)
Disdagtriankop Dorong Pelaku Usaha Strategis Bangkit dan Bersaing
