DI era kekinian yang serba digital, cukup banyak yang menghasilkan inovasi di berbagai bidang. Sebagian diantaranya sebenarnya tergolong sederhana, namun terkadang kita tak pernah memikirkannya.
LAPORAN: NUGROHO NAFIKA KASSA
PIKIRAN sederhana biasanya datang dari para penggiat startup, usaha yang bergerak dalam dunia digital. Misalnya berbagai situs jual beli yang lagi booming belakangan ini.
Siapa sangka bila tadinya kita tak memikirkan bahwa menjadi perantara antara penjual dan pembeli secara online bisa menjadi pundi-pundi uang.
Siapa pula yang menyangka, tadinya transaksi jual beli tiket pesawat bisa dilakukan di manapun. Termasuk di ruang privat, dalam kamar sendiri ketika kita malas untuk keluar.
Bahkan yang menjadi banyak perdebatan saat ini, tadinya kita tak pernah berpikir akan bisa menggunakan transportasi massa yang bisa dipesan, sekaligus dikontrol melalui genggaman tangan. Semua pikiran sederhana itu tercipta karena pembuatnya memiliki tingkat imajinasi dan inovasi yang tinggi.
Seperti yang dilakoni Rully Iswanto. Pembawaannya cukup tenang. Namun pemikirannya begitu luar biasa. Dia seorang pengembang platform.
Rully lahir di Ujung Pandang, 21 Agustus 1992. Ia tergerak untuk mengembangkan Kawan Jamur karena ingin memudahkan para petani jamur memasarkan produknya. Begitupun sebaliknya, bisa memudahkan para pecinta kuliner dalam mencari jamur terbaik.
Rully saat ini tinggal di Barombong, Makassar. Putra pasangan Giman dan Ngadinah ini merupakan alumni SMKN 7 Makassar. Saat ini sedang menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Platform Kawan Jamur ia dirikan sejak Maret 2017. Dengan nama situs website kawanjamur.com, Platform Kawan Jamur ternyata memiliki misi sosial khusus. Para pengunjungnya bisa mendapatkan berbagai produk jamur, serta bisa belajar membudidayakan jamur melalui dunia maya.
Platform ini sendiri fungsinya adalah mempertemukan para petani jamur dan para pembeli secara daring (online). Melalui wibsite ini, para petani jamur bisa memasarkan produknya secara mudah melalui platform. Para pembeli pun bisa melihat, memilih, dan memesan langsung bibit jamur dan berbagai olahan jamur yang dimiliki para petani melalui platform buatan Rully.
“Platform ini untuk membantu para petani memasarkan produknya, hingga jangkauan pembelinya sampai ke seluruh Indonesia. Di sini ada penjualan bibit jamur tiram, aneka jamur segar, sampai berbagai olahannya seperti nugget jamur dan keripik jamur. Semuanya adalah produk dari petani,” jelas Rully.
Selain untuk perantara jual beli yang lebih mudah, platform ini juga berisi berbagai materi tentang cara pembudidayaan jamur. Jadi, bagi masyarakat yang tertarik dan ingin belajar membudidayakan jamur, bisa dengan mudah mengunjungi Kawan Jamur melalui websitenya. “Di sini kita juga menyediakan fitur chating bagi yang ingin berkonsultasi langsung. Yang akan melayani chating juga dari orang-orang yang ahli di bidang jamur, seperti ada dari praktisi jamur, dosen, serta mahasiswa yang mempelajari bidang ini,” kata Rully.
Saat ini telah ada tiga kelompok petani jamur yang menjadi bagian dari Rully. Dua kelompok dari Kabupaten Gowa, dan satu lagi dari Makassar. (*/rus/b)
