MAKASSAR, BKM — Sebuah langkah maju dilakukan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Makassar. Yakni dengan akan membangun landmark atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Makassar. Tepatnya di kawasan Center Point of Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan dana Rp5 miliar lebih.
”Saat ini kami telah menyiapkan dana Rp5 miliar untuk pembangunan taman di area Center Point of Indonesia. Tapi tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah sesuai hasil perhitungan tim. Jadi sekarang timnya sudah bekerja untuk menghitung besaran dana yang harus disiapkan untuk pembangunan taman ini,” ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, kepada wartawan sesaat setelah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di rumah jabatan gubernur, Senin pagi (20/11). Penandatanganan ini turut disaksikan anggota badan pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin.
Landmark ini merupakan salah satu program BPJS Ketenagakerjaan untuk menyediakan ruang terbuka hijau di beberapa kota di Indonesia, yang bisa digunakan masyarakat sebagai arena bermain anak, olahraga, hingga ajang sosialisasi masyarakat.
”Ini merupakan bentuk perhatian kami kepada masyarakat. Selain fokus kepada perlindungan pekerja, kami juga tidak lupa membuka mata untuk mencari tahu, apalagi kira-kira yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya adalah bekerjasama dengan Pemprovv Sulsel untuk membangun sebuah landmark BPJS Ketenagakerjaan yang berlokasi di Kelurahan Maccini Sombala, Kecematan Tamalate, Kota Makassar yang luasnya mencapai 25.000 meter persegi,” ungkap Agus.
RTH yang merupakan salah satu program dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BPJS Ketenagakerjaan atau lebih dikenal dengan sebutan Corporate Social Responsibility (CSR) yang memang digunakan untuk tujuan sosial dan dapat dimanfaatkan masyarakat umum secara luas.
”Semoga dengan adanya Landmark ini, masyarakat akan semakin mengenal banyak tentang BPJS Ketenagakerjaan dan menyadari pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan serta dapat dimanfaatkan maksimal sebagai area sosial dan rekreasi masyarakat Kota Makassar,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan kekagumannya terhadap langkah yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan untuk membangunan landmark di Makassar. ” Saya selaku kepala pemerintahan di Provinsi Sulsel, tentu sangat merespon kerjasama pembangunan landmark di kawasan Center Point of Indonesia. Karena ini bagian dari pelayanan dan memberikan yang terbaik untuk rakyat,” tutur Syahrul.
Selain penandatanganan MoU, juga dilakukan penyerahan santunan kepada sejumlah peserta maupun ahli waris. Masing-masing Harris Gassing, ahliwaris Sitti Aisyah menerima jaminan kematian Rp24 juta, Muchtar Abdullah menerima Jaminan Hari Tua Rp198.976.430, Alias ahli waris Hasnawati menerima jaminan pensiun Rp562.220 per bulan, dan Pietersen Hendrawan menerima jaminan kecelakaan kerja sebesar Rp150.366.100. (mir)
BPJS Ketenagakerjaa Kucurkan Dana Rp5 M Lebih
