MAKALE, BKM — Aksi damai lanjutan mahasiswa UKI Toraja atas delapan rekannya dari Fakultas Mesin yang di Drop Out (DO) digelar Senin (20/11) di kampus UKI hingga Plaza Kolam Makale hingga DPRD Tana Toraja.
Aksi damai ini berjalan aman, tertib dan lancar dan mendapat pengawalan dari aparat Polres Tana Toraja bersama Satpol PP yang dipimpin Wakapolres Kompol Archelaus Limpong.
Di Gedung DPRD mahasiswa diterima Wakil Ketua DPRD Kendek Rante, didampingi Beatriks Palamba, Nico Mangera dan Yariana Somalinggi sedangkan
mahasiswa lainnya melakukan orasi secara bergantian. Mereka menilai Rektorat UKI telah bertindak sewenang-wenang dan mengabaikan pembinaan lembaga pendidikan. Mahasiswa yang di DO rata-rata semester terakhir.
Wakil Ketua DPRD Tator Kendek Rante mengaku n
prihatin karena perjuangan mahasiswa yang sudah membayar uang kuliah namun berakhir tanpa hasil.
”Kita tentu prihatian dengan situasi ini karena mahasiswa menjadi korban kebijakan rektorat,” ujar Kendek.
Dia menegaskan para wakil rakyat tak akan berdiam diri, meskipun kebijakan Rektorat UKI final dan mengikat. Dewan berharap ada win-win solusion sehingga tidak ada yang dirugikan.
Semua proses berjalan sesuai aturan dan mekanisme.
”Lembaga pendidikan UKI Toraja milik kita bersama dan mencetak generasi muda Toraja, Cerdas dan Bermartabat,” tandasnya. (gus/D).
Mahasiswa UKI Gelar Aksi Damai ke DPRD
