Site icon Berita Kota Makassar

DIAji tak Ingin Disamakan DIAmi

MAKASSAR, BKM — Dua akronim yang mirip kini muncul menjelang pemilihan wali kota Makassar. Masing-masing DIAmi dan DIAji.
Pasangan Moh Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti yang akan maju berduet di pilwali 2018 mendatang menggunakan DIAmi. Sementara DIAji dipakai oleh Syamsu Rizal dan Iqbal Djalil. Singkatan dari nama panggilan keduanya, yakni Deng Ical dan Ije.
Bakal calon wakil wali kota Iqbal Djalil menegaskan, tagline DIAji yang digunakannya bersama Deng Ical tak ada hubungannya dengan DIAmi yang digunakan Danny-Indira.
Politisi Partai Keadilan Seahtera (PKS) ini menyerahkan kepada masyarakat untuk memutuskan siapa yang pantas mendapatkan dan menggunakan tagline tersebut.
“Nanti kita lihat siapa yang pantas pakai itu DIAmi atau DIAji. Masyarakatlah yang menilai siapa DIA yang pantas menggunakan tagline itu,” ujar Ije di ruang DPRD Makassar, Selasa (21/11).
Legislator PKS dua periode ini tidak ingin tagline DIAji ini dianggap mengikuti tagline pasangan Danny-Indira. Sebab, menurutnya, tagline DIA ini berhak diputuskan oleh Danny dan Deng Ical.
“Tidak ada yang menyamai. Semua berhak memakai. Pak Danny berhak dan Deng Ical juga berhak. Tapi coba kita lihat dari logonya DIA, siapa yang asli. Baru kita cocokkan dengan logo yang kemarin, itumi yang asli kira-kira,” bebernya.
Ditanya soal kapan akan mendeklarasikan paket DIAji, Ije menyatakan akan menunggu keputusan partai. Sebab saat ini orang yang melakukan deklarasi adalah orang yang bakal maju melalui jalur independen.
“Kita kan punya partai, ngapain lewat independen. Pak Danny ini kan tidak punya partai. Memang lebih cocok independen,” cetusnya.
Sampai saat ini, menurut Ije, dirinya bersama Deng Ical sementara melakukan komunikasi dengan partai. ”Sampai hari ini belum ada keputusan yang jelas. Yang jelas itu kalau sudah mendaftar di KPU,” kuncinya.
Deng Ical yang ingin dikonfirmasi soal kesiapannya untuk deklarasi, belum memberikan jawaban. Wakil wali kota yang tak lain Sekretaris DPD Demokrat Sulsel ini juga tidak menjawab apakah nantinya akan mendaftar lewat jalur perseorangan.
Terpisah, Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe yang dikonfirmasi soal usungan partai berlambang bintang mercy ini di pilwali Makassar, mengungkapkan bila usungan partainya diputusakan pada Kamis atau Jumat (24/11) lusa. “Kita tunggu keputusan DPP pada Kamis, atau paling lambat Jumat,” ujar legislator yang akrab disapa Ulla ini.
Sementara itu, Partai Golkar sudah memutuskan bila usungannya di pilwali Makassar 27 Juni 2018 mendatang adalah Munafri Arifuddin. Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Sulsel HA Kadir Halid sebelum mengikuti rapat paripurna DPRD Sulsel, Selasa (21/11).
Menurut Kadir, tak ada nama lain yang dapat mengganti usulan nama terhadap Appi, panggilan akrab Munafri Arifuddin. “Itu sudah final. Golkar mengajukan nama Appi sebagai calon wali kota melalui pertimbangan yang matang,” tegas Kadir.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini menambahkan, untuk wakilnya, kemungkinan besar Appi berpasangan dengan politisi Partai Nasdem Andi Rachmatika Dewi. Andi Rahmatika yang juga tercatat sebagai Wakil ketua DPRD Sulsel ini lebih dulu mendapat rekomendasi dari Partai Nasdem.
“Iyalah, pasangan Appi-Cicu yang sudah mendapat berbagai pertimbangan untuk bertarung melawan petahana,” jelas Kadir Halid. (ita/rus)

Exit mobile version