Site icon Berita Kota Makassar

2018, Mamasa Dapat Proyek Jalan 6 Km

MAMUJU, BKM — Program yang dilaksanakan pemerintah pusat di Provinsi Sulbar hendaknya dapat disinkronkan dengan program kegiatan Provinsi Sulbar. Sehingga visi misi pemerintahan Gubernur Ali Baal Masdar (ABM) dan Wakil Gubernur Enny Anggraeny Anwar, bisa lebih baik, maju, cepat, dan efisien.
”Pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas. Kita harapkan anggaran yang ada walau sedikit dapat dimanfaatkan dengan baik, agar apa yang ingin dicapai dapat selesai pada waktunya,” tandas ABM saat rapat bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) XIII dan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) di ruang pertemuan oval kantor gubernur Sulbar, beberapa hari lalu.
Ayah dua anak ini mengingatkan terkait kualitas pekerjaan yang terkadang menimbulkan persoalan dikemudian hari akibat kelalaian dalam pengerjaan suatu proyek. Untuk itu, ia meminta agar pengawasan dan pembinaan terhadap kontraktor dapat ditingkatkan.
Untuk arterial road dimana tahap pertama telah selesai, tahap selanjutya juga tetap diharapkan bisa dilanjutkan sesuai perencanaan. Kepada B2PJN XIII diminta agar dapat menempatkan alat berat di wilayah rawan longsor. Sehingga ketika terjadi longsor dapat ditangani dengan cepat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulbar, Nasaruddin menyampaikan, Sulbar pernah menempati posisi pertama pada tingkat kemantapan jalan di Indonesia. Yaitu pada 2014 diposisi 99,28 persen, kemudian pada 2015 terjadi penurunan menjadi 86 persen. Sedangkan pada 2017 diposisi 89,83 persen.
”Penurunan itu disebabkan adanya penambahan jalan sepanjang 192 km jalan provinsi yang diangkat menjadi jalan nasional, yaitu jalan Salubatu-Mambi-Malabo dan Mamasa ke Tabang dan Polewali ke Malabo dan semuanya masih jalan tanah. Secara perlahan kondisi kemantapan mulai naik seiring pelaksanaan kegiatan yang dimulai tahun 2015 sampai sekarang,” sebut Nasaruddin.
Diharapkan kedepan bisa mendapatkan penambahan anggaran dan kondisi kemantapan, sehingga dapat dicapai kembali hingga tahun 2019. Kepala Bidang Preservasi dan Peralatan B2PJN XIII Makassar, Iskandar Arsyad, mengatakan, kondisi jalan sekarang masih tersisa 66 km jalan yang tidak mantap dari total jalan nasional sepanjang 763,17 km.
Dari total panjang jalan yang tidak mantap, balai hanya mengalokasikan 6 km pada tahun 2018. Sehingga masih tersisa 60 km. Dengan rincian Mambi-Malabo sepanjang 20 km, Mamasa-Tabang 30 km, Polewali-Malabo sepanjang 10 km.
”Kami akan selalu berupaya untuk bersinergi dengan Pemprov Sulbar. Kami berharap dukungan pemerintah untuk bersama-sama memperjuangkan sisa 60 km tersebut,” kata Iskandar. (ala/mir/c)

Exit mobile version