MAKASSAR, BKM — Pembangunan masjid 99 kubah di kawasan Centre Point of Indonesia (CoI) terus digenjot penyelesaiannya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Tata Ruang dan Cipta Karya, Andi Dharmawan Bintang mengatakan, saat ini, progres pekerjaan sudah diatas 70 persen.
Pihak pelaksana kegiatan sementara melakukan pematangan pijar untuk kubah utama.
Menurut Wawan, tahun ini diupayakan sudah bisa terpasang 42 kubah kecil dan kubah utama. Selain itu, juga diusahakan agar sudah terpasang mozaik untuk kubah utamanya.
“Tahun ini ditargetkan untuk merampungkan pembangunan 42 kubah kecil dan pembangunan kubah utama, ” ungkap lelaki yang akrab disapa Wawan.
Kendati sejauh ini, tidak ada kendala berarti yang dihadapi dalam menggenjot pembangunan masjid 99 kubah. Namun cuaca yang tidak bersahabat tetap membuat pekerja sedikit terganggu dalam menyelesaikan proyek tersebut. Namun Wawan tidak terlalu khawatir proyek tersebut mengalami keterlambatan sebab sejauh ini on progres.
Masjid 99 Kubah yang dimulai pengerjaannya awal Mei tahun ini, diklaim sebagai salah satu masjid terunik di dunia, dan terbesar di Sulawesi karena mampu menampung 13.075 jamaah.
Total anggaran yang disiapkan untuk menyelesaikan masjid tersebut sekitar Rp170 miliar.
Anggaran yang disiapkan sebesar Rp170 miliar di APBD tahun ini pun dianggap masih kurang untuk merampungkan keseluruhan bangunan masjid. Sehingga pihaknya berencana akan kembali mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp110 miliar di APBD Perubahan 2018 mendatang.
“Di 2018 mendatang, kita usulkan sebesar Rp110 miliar untuk membiayai rampungnya keseluruhan masjid,” jelas Wawan.
Diharapkan Masjid 99 kubah ini nantinya menjadi salah satu pusat peradaban Islam di Kawasan Timur Indonesia.
Pemancangan tiang pertama bangunan masjid Center Point of Indonesia (CoI) atau Mesjid Asmaul Husna 99 Kubah dilakukan tepat pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Kawasan CoI, Kamis 1 Juni lalu.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebelumnya mengatakan hadirnya masjid ini diharap menjadi ikon Sulsel. Juga jadi simbol Sulsel daerah yang lebih maju, mandiri dan modern dalam bingkai kebersamaan negara kebangsaan Indonesia.
Dia menegaskan, masjid ini murni dibangun untuk membuat Sulsel lebih baik lagi ke depan, tanpa ada maksud dan kepentingan lain, semata-mata karena kebutuhan umat.
Masjid desain Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Berdasarkan master plan-nya nantinya akan difokuskan sebagai pusat kajian agama dengan berbagai fasilitas yang dimiliki. Selain kubahnya yang mencolok, masjid ini juga akan menampilkan air mancur yang bergerak dangan dukungan lampu warna-warni yang akan tampak indah di malam hari. (rhm)