Site icon Berita Kota Makassar

Fokus Pengembangan Profesionalisme Guru

ADA banyak manfaat yang bisa didapatkan dalam Forum MGMP SMP Kota Makassar. Salah satunya terkait kesulitan yang dialami oleh guru dalam proses belajar mengajar.

LAPORAN: NUGROHO NAFIKA KASSA

DI Forum MGMP, tidak semua guru tergabung di dalamnya. Hanya saja, guru yang mengajar pada 11 mata pelajaran itu bisa turut berpartisipasi.
“Setiap MGMP itu kan punya ketua, sekretaris, dan bendahara. Nah, di Forum MGMP ini hanya beberapa pengurus intinya yang tergabung. Karena kan ini hanya forum. Kami pakai sistem koordinasi ke beberapa MGMP,” kata Arsyidin.
Arsyidin yang juga ketua MGMP SMP Bahasa Indonesia ini mengatakan, dari pembicaraan yang selama ini bergulir di kalangan anggota MGMP, terlampau banyak kasus yang dialami oleh para guru. Salah satunya soal kenakalan siswa.
Melalui forum ini, guru bisa saling berdiskusi. Misalnya saja ada seorang guru yang berhasil menerapkan metode efektif bagi para siswa, dia bisa berbagi ke guru lainnya. Bahkan terkadang metode itu bisa ditiru oleh guru-guru lainnya.
Meski begitu, Arsyidin menegaskan, fungsi forum ini lebih kepada pengembangan profesi guru. Tidak terlalu menyentuh pada proses pembelajaran di kelas.
”Jadi metode-metode yang bisa diterapkan oleh guru dari hasil diskusi, sebenarnya lebih kepada pengembangan profesionalisme guru itu sendiri,” ujarnya.
Banyak kegiatan yang biasa dilakukan oleh guru-guru anggota Forum MGMP. Bahkan bisa mencakup skop yang lebih luas. Atau bahkan yang bahkan sulit dilakukan oleh MGMP setiap mata pelajaran.
Beberapa kegiatan itu antara lain pelaksanaan seminar dan lokakarya. Untuk kegiatan seperti ini biasanya mengundang sejumlah pemateri dari luar Makassar. Atau pemateri asal Makassar yang memiliki kapabilitas di bidangnya.
Terkadang mereka juga mengadakan kegiatan persiapan ujian nasional (UN). Tiap tahun Forum MGMP biasanya melaksanakan evaluasi materi yang kiranya akan muncul pada UN. Mereka juga kerap melatih siswa untuk bisa menjawab soal-soal UN dengan baik.
Untuk pendanaan setiap kegiatan di Forum MGMP, Arsyidin menjelaskan, forum yang mulai eksis sejak 2008 ini terkadang mendapat bantuan pendanaan dari pemerintah daerah dan pusat.
Biasanya bantuan diperoleh setelah mengirim proposal.
Namun yang paling banyak adalah dana mandiri. Biaya yang berasal dari iuran para anggotanya sendiri. “Biasanya itu kalau kita laksanakan kegiatan, kita saweran untuk bayar konsumsi,” kata Arsyidin.
Pada dasarnya, MGMP berbeda dengan PGRI. MGMP tak memiliki ranah perlindungan guru, namun hanya murni pengembangan kapasitas guru. Karena, bagi Arsyidin, guru yang menjunjung profesionalisme pasti tak akan melakukan tindakan kekerasan terhadap siswanya.
Forum MGMP memiliki sekretariat di SMPN 8 Makassar. Setiap melakukan kegiatan, mereka biasa berpindah-pindah dari sekolah satu ke sekolah lainnya. (*/rus/b)

Exit mobile version