Site icon Berita Kota Makassar

Pemkab Revitalisasi Danau Tempe

WAJO, BKM — Pemkab Wajo mengadakan sosialisasi pengembangan kawasan Danau Tempe di Desa Ujungpero, kecamatan Sabbangparu, Kamis (23/11).
Bupati Wajo, HA Burhanuddin Unru mengatakan sosialisasi bertujuan menyamakan persepsi terkait pelaksanaan program revitalisasi kawasan Danau Tempe sekaligus untuk menjawab isu-isu negatif yang berkembang terkait program ini.
“Banyak isu negatif yang berkembang terkait program revitalisasi Danau Tempe dengan harapan menggagalkan program ini, jadi saya minta jangan percaya isu sesat itu, ” ujar Bur.Program revitalisasi Danau Tempe dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Wajo, tetutama dibagian barat Kabupaten Wajo.
“Ada tiga hal yang ingin dikembangkan dari program revitalisasi Danau Tempe ini, yakni pengembangan perikanan, pertanian dan pariwisata. Tentu ketiganya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat. ” jelasnya.Pada akhir tahun 1957 hingga akhir tahun 1960 an produksi ikan Danau Tempe mencapai 60 ribu ton per tahun, selain itu produksi jagung mencapai 70 ribu ton per tahun. Namun hal tersebut mengalami penurunan dari tahun ke tahun, catatan terakhir pada tahun 2016 lalu, produksi ikan danau Tempe hanya 16 ribu ton, sementara produksi jagung hanya 20 ribu ton.
Turunnya produksi ikan dan jagung di danau Tempe ini disebabkan rusaknya lingkungan di bagian hulu. Ada 28 sungai yang bermuara di Danau Tempe, jika banjir membawa endapan yang mengakibatkan pendangkalan.
Menurutnya untuk merevitalisasi Danau Tempe pemerintah pusat menggolontorkan dana sebesar Rp.2,7 Triliun kepada tiga kabupaten yang masuk kawasan Danau Tempe yakni Kabupaten Wajo, Sidrap, dan Soppeng.
“Tahun 2017 ini ketiga daerah masing-masing mendapat porsi anggaran sebesar Rp.300 Miliar, peruntukannya untuk penggalian dan pembuatan 3 pulau di masing-masing kabupaten, “pungkasnya.
Program revitalisasi Danau Tempe saat ini sedang berlangsung, pengerjaannya dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBSW) Pompengan – Jenneberang. Revitalisasi ini meliputi tiga kabupaten yakni Wajo, Sidrap, dan Soppeng.
Pembangunannya dimulai bulan Desember 2016 lalu, untuk tahap pertama diperkirakan rampung tahun 2019. (nar/C)

Exit mobile version