Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Remaja Membegal di 12 Titik

MAKASSAR, BKM — Tiga orang remaja usia belasan tahun diamankan Tim Khusus Ranmor Polrestabes Makassar. Mereka yang terlibat dalam tindak kriminal jalanan alias begal ini ditangkap di Jalan H Kalla Campagaya, Sabtu (25/11) pukul 01.00 Wita.
Anak baru gede (ABG) tersebut masing-masing MA alias Al (15),
Krn alias Aw (14) serta And alias An (15). Ketiganya beralamat di Jalan H Kalla Campagaya.
Sebelumnya, satu orang rekan mereka, Erw alias Ew (17), warga Jalan Urip Sumoharjo lebih duluan ditangkap. Ia kini mendekam di dalam sel Rutan Klas I Makassar.
Dalam melakukan aksinya, kawanan ini kerap menggunakan senjata tajam, seperti pisau, anak panah serta parang. Hal itu berdasarkan laporan korban ke polisi.
Berdasarkan laporan polisi LP/1683/XI/2017/Polsek PNK, pelaku Erw mengambil satu unit gawai merek Nokia, dompet berisi uang tunai Rp1 juta serta surat-surat penting lainnya.
Sementara tersangka Aw, dalam aksinya membawa anak panah serta pelontarnya. Ia yang berboncengan dengan Al berhasil menggasak satu unit gawai merek Vivo.
Korban dalam aduannya ke polisi bernomor; LP/1001/VII/2017/Polsek PNK, pelaku disebutkan mengambil satu buah dompet berisi uang tunai Rp3 juta, dan gawai merek Samsung J7 warna putih. Barang bukti yang diamankan petugas berupa sebilah parang, alat pelontar busur/ketapel dan dua unit gawai Nokia dan satu merek Vivo, dengan korban atas nama Ilham.
Kasubang Humas Polrestabes Makassar AKP A Laode Lutfi, menjelaskan kronologis penangkapan ketiga tersangka. Bermula ketika tim khusus menerima pengaduan dari sejumlah korban.
Mereka menerangkan, bahwa ketika dibegal pelaku mengancam menggunakan parang, anak panah serta busur. Korban juga menjelaskan ciri-ciri orang yang membegalnya. Polisi kemudian melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil membekuk pelaku.
Ketika diinterogasi petugas, ketiga pelaku mengaku tidak ingat secara keseluruhan lokasi tempatnya beraksi. Seingatnya, ada 12 kali mereka melakukan begal. Sebagian diantaranya di Jalan Urip Sumoharjo, depan pekuburan.
Modusnya, mereka mengancam para korban parang, busur dan pisau. Selanjutnya merampas barang berupa HP serta dompet. Selanjutnya, isi dompet berupa uang langsung diambil. Sementara surat-surat penting yang ada di dalamnya mereka buang.
”Dalam pengakuannya, mereka tiga kali menjambret menggunakan sepeda motor Yamaha MX King milik tersangka. Diantaranya di Veteran-Ujung. Korbannya seorang perempuan yang dibonceng laki-laki menggunakan sepeda motor. Korban kehilangan HP Vivo Android warna gold yang saat itu sementara digunakan untuk menelepon,” jelas AKP Laode Lutfi.
Selain itu, pelaku juga pernah beraksi di Antang, sebelum pasar. Yang dijambret seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Sporty warna biru-putih. Gawai Blackberry warna hitam diambil pelaku. Saat itu ia sementara mendengarkan lagu sambil berkendara.
Di Jalan Tanjung, pelaku membegal seorang security berpakaian dinas. Saat itu korban mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam. Pelaku berhasil membawa kabur sebuah dompet berisi uang tunai Rp200 ribu. (jul/rus)

Exit mobile version