MAROS, BKM — Anggota Dewan Pendidikan Maros, Lory Hendrajaya berharap agar pemerintah memperhatikan guru tenaga honorer atau guru non PNS. Sekiranya mereka dapat diangkat menjadi PNS atau diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK. Sebab tugas mereka penuh tanggung jawab yang luar biasa.
”Mereka menciptakan manusia. Sehingga proses penciptaan itu harus dibarengi dengan kehidupan yang baik. Bayangkan kalau guru honorer itu diminta menciptakan siswa yang hebat tapi penghasilan mereka rendah. Saya yakin itu akan sangat sulit,” jelasnya kepada BKM, Minggu (26/11).
Menurutnya, guru yang profesional dilihat dari luaran kompetensi siswa yang diajarnya. Karenanya harus dibarengi dengan peningkatan SDM, guru wajib meng-upgrade dirinya dengan tunjangan profesi yang disiapkan pemerintah.
Ia juga menyampaikan, pendapatan guru yang berstatus PNS saat ini sudah baik. Tidak seperti guru tenaga honorer yang berpendapatan rendah namun penuh tanggungjawab. Hal tersebut disampaikannya sebagai refleksi Hari Guru Nasional yang diperingati pada 25 November 2017.
Terpisah, Ketua DPRD Maros, HAS Chaidir Syam menyampaikan ucapan selamat Hari Guru Nasional untuk guru-guru di Maros. ”Untuk seluruh guru di Kabupaten Maros, dengan tulus saya memgucapkan selamat Hari Guru Nasional tahun 2017. Semoga pendidikan di Kabupaten Maros semakin maju, dilandasi perjuangan dan semangat mengabdi guru-guru Maros. Insya Allah masa depan anak bangsa di Maros semakin gemilang,” ujarnya. (ari/mir/c)