MAKASSAR, BKM — Perubahan dukungan partai politik jelang pendaftaran pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, bisa saja terjadi.
Hal seperti itu pernah terjadi di pilgub DKI Jakarta. Sepekan sebelum pendaftaran di KPU, terjadi perubahan dukungan parpol. Jadi wajar saja jika ada bakal calon yang masih khawatir akan mengalami proses ‘begal’ pada menit-menit terakhir, atau di injury time sebelum pendaftaran.
Ada sejumlah parpol yang disebut-sebut bakal mengubah dukungannya di pilgub. Seperti Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Hanura dan bahkan Partai Demokrat.
Untuk perubahan dukungan Partai Gerindra, dibenarkan Wakil Ketua DPP Arief Poyuono. Ia dihubungi, Senin (27/11).
Partai besutan Prabowo Subianto ini sebenarnya sudah menyerahkan rekomendasi kepada pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman pada akhir Oktober lalu. Namun, menurut Arief, masih memungkinkan dilakukan perubahan.
Arief Poyuono menyatakan dukungan Partai Gerindra di Pilgub Sulsel belum bisa dikatakan final. Sebab sewaktu-waktu dapat berubah jika terdapat kekeliruan di dalamnya.
Tak hanya sekadar mengevaluasi, namun memungkinkan terjadinya pengalihan dukungan bakal calon lain. “Tentu masih memungkinkan adanya pengalihan dukungan ke kandidat yang potensi menangnya sangat besar. DPP tentu akan mempertimbangkan nama Agus Arifin Nu’mang,” jelas Arief.
Perlu dipahami bila partai politik mempunyai sejumlah pertimbangan dalam mengambil keputusan. Seperti bakal calon yang berstatus petahana atau incumbent.
“Kan namanya politik kapan saja bisa berubah. Finalnya itu kalau sudah ditetapkan di KPU,” jelasnya.
Pernyataan Arief mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel Andi Idris Manggabarani. Saat dikonfirmasi, Idris menegaskan bila selama ini dukungan Partai Gerindra belum pernah berubah atau mengalihkan dukungan. Apalagi surat keputusan (SK) rekomendasi ditandatangani langsung oleh Prabowo Subianto.
“Tidak begitu. Belum ada seperti itu. Sejauh ini Partai Gerindra belum pernah mengalihkan dukungan yang sudah dikeluarkan,” tulis Idris melalui WhatsAppnya, kemarin.
Tak hanya Gerindra, PKS juga menepisnya. Ariady Arsal yang juga legislator PKS Sulsel mengaku bila partainya tidak akan menarik dukungannya dari NA-ASS.
“Untuk Sulsel Insya Allah sudah final. Tidak ada evaluasi sama sekali,” ujar Ariady, Senin (27/11).
Menurutnya, yang evaluasi dolakukan terhadap yang tidak berhalangan sama sekali dengan kesepakatan kandidat yang ingin diusung, “Misalnya kandidat bupati/walikota sudah mendapat SK sebagai kandidat, akan tetapi ternyata mendaftar sebagai kandidat independen. Kalau mendaftar independen berarti tidak ingin diusung sebagai kandidat oleh partai, maka partai tentu akan mengevaluasi ulang apa yang telah diputuskan,” jelas Ariady.
Untuk dukungan Partai Hanura di pasangan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), juga tak akan berubah. “Dukungan Partai Hanura sudah sah kepada pasangan NH-Aziz” ujar Sekjen DPP Hanura Syarifuddin Sudding.
Partai Demokrat juga masih diisukan akan mengubah dukungannya di pilgub Sulsel. Bahkan Wakil Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Nurpati, yakin bila rekomendasi yang diberikan kepada Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) bakal dievaluasi. Alasannya, karena DPP meminta agar IYL-Cakka dapat mencukupkan dukungan parpol. Sementara pasangan ini maju ke pilgub, tapi lewat jalur perseorangan.
“Kami di Demokrat akan menyerahkan kepada DPP untuk mengevaluasi kembali rekomendasi yang telah diserahkan kepada IYL-Cakka. Karena pasangan ini juga menempuh jalur independen,” ujar Andi Nurpati.
Menurut mantan komisioner KPU Pusat ini, jika Partai Demokrat mengevaluasi kembali rekomendasi yang telah diberikan, maka segala kemungkinan bakal terjadi. “Partai Demokrat tentu bisa saja mengubah isi surat rekomemdasinya kepada pasangan lainnya” terangnya.
Hanya saja, Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah mengemukakan bila hingga kini DPP masih memberi kepercayaan kepada IYL-Cakka untuk ikut bertarung di pilgub nanti. “Sampai saat DPP Demokrat masih mendukung Pak Ichsan,” ujar Ulla, panggilan akrab Ni’matullah. (rif/rus)
Perubahan Dukungan Parpol di Injury Time
