Site icon Berita Kota Makassar

Angka Pengangguran di Makassar Capai 7.325 Orang

MAKASSAR, BKM– Angka pengangguran di Kota Makassar hingga November 2017 mengalami penurunan sekitar 435 orang atau 7.325 orang dibanding 2016 lalu yang mencapai 7.760 orang.

Penurunan tersebut berkat program dari Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar dalam menggelar job fair 2017. Job fair kembali akan berlangsung di Panakkukang Square dimulai 13-14 Desember mendatang.
Selama job fair berlangsung selama ini, Disnaker Kota Makassar menggandeng 100 perusahaan nasional dan internasional yang siap merekrut pencari kerja dengan harapan dapat mengurangi angka pencari kerja dan pengangguran di Kota Makassar.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba mengatakan, job fair merupakan program tahunan yang rutin digelar Disnaker Kota Makassar. Selain membantu pencari kerja menemukan pekerjaan diinginkan, job fair juga berhasil mengurangi angka pengangguran yang ada di Kota Makassar.
Berdasarkan data yang dimiliki Disnaker Kota Makassar di Januari sampai November tahun 2016, pencari kerja dan pengangguran sebanyak 7.760. Sementara data 2017 dari Januari-November pencari kerja dan pengangguran 7.325.
“Data dari BPS belum ada kami dapat, kalau data yang kami punya angka pencari kerja dan pengangguran di Makassar tahun 2017 dari Januari-November itu menurun dibandingkan 2016 lalu. Hal itu terjadi berkat program-program yang dilaksanakan dalam mengentaskan pengangguran dan pencari kerja di Kota Makassar,” sebut Rahmat, Selasa (28/11).
Salah satu program yang mempengaruhi penurunan pencari kerja dan pengangguran di Kota Makassar hadirnya job fair. Apalagi di tahun 2017 Disnaker Kota Makassar telah mengusulkan anggaran untuk menggelar job fair sebanyak tiga kali.
“Ini event ke tiga kalinya dan beda di tahun sebelum yang hanya dua kali kami gelar. Kami terus berusaha mengurangi pengangguran di Makassar dengan cara membuat dan melaksanakan program-program yang kami buat,” terangnya.
Sementara itu, sulitnya para sarjana mendapat pekerjaan karena tidak memiliki bekal kemampuan tambahan misalnya bahasa asing, membuat, dan kerajinan. Padahal kemampuan tambahan itu merupakan nilai plus bagi para pencari kerja. “Seharusnya saat kuliah mereka mencari kemampuan tambahan,” katanya.
Terpisah, Riswan pencari kerja di Makassar mengaku, Pemkot Makassar masih kurang memberikan informasi akan keberadaan job fair, sehingga dia berharap kedepan informasi terkait hal itu lebih diperbanyak lagi hingga di lorong-lorong. “Kita harap informasi job fair juga didengar sampai di lorong-lorong,” katanya.(arf)

Exit mobile version