Site icon Berita Kota Makassar

15 Ribu Hektare Sawah Kembali Terairi

SIDRAP, BKM — 15 haktare (ha) lahan persawahan di enam kecamatan kembali terairi air pasca jebolnya saluran induk Rappang dua pekan lalu.
Kabid SDA Sidrap, Yusuf Thamrin saat dihubungi, Minggu, (3/12) mengatakan, perbaikan saluran yang berada di Br.7 – Br.8, tanggul kanan, di wilayah Kecamatan Patampanua, Pinrang dengan panjang jebol 22 meter sudah selesai.
“Perbaikannya berlangsung selama dua pekan mulai jebolnya Minggu (19/11) hingga Sabtu (2/12),” ujarnya.
Yusuf mengakui, Musim Tanam (MT) Oktober-Maret (Okmar) 2017-2018 sempat terganggu. Selama penutupan pintu irigasi, katanya banyak sawah yang mengalami kekeringan utamanya di daerah Baranti 2,7 ribu Ha, Kulo 500 Ha, Maritenggae 4 ribu Ha, Watang Pulu 2 ribu Ha, Watang Sidenreng 3,5 Ha, Tellu Limpoe 3,7 Ha, dan Panca Lautang 3,7 ribu Ha.
Selain itu, juga berdampak di sebagian wilayah Pinrang di tiga kecamatan seluas 2,5 ribu Ha. “Saat ini semuanya sudah kembali normal dan warga tidak terlalu lagi menggunakan sumur bor,” ucapnya.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sidrap, Imran Abidin berharap kepada para Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan P3A agar tidak lagi berebutan air terutama di pintu-pintu pengatur.
“Untuk pengaturan akan diberikan kepercayaan kepada para petugas PSDA untuk mengatur secara proporsional,” katanya.
Imran menjelaskankan, bahwa air akan dialirkan secara bertahap sesuai dengan SOP teknis PSDA. Untuk itulah sehingga ia pun berharap kepada para pembina babinsa agar bisa membantu para petugas PSDA untuk mengawal air tersebut.
“Terutama di pintu-pintu pengatur, karena berpotensi terjadi konflik perebutan air, sehingga kita sangat berharap bantuan petugas Babinsa,” jelasnya.
Sementara, dalam menangani masalah pembagian air ini agar bisa berjalan aman dan lancar, Imran mengaku sangat berharap dukungan dan bantuan semua pihak terutama Sekda Sidrap, Dandim Sidrap, Kadis pertanian Sidrap dan para camat serta stake holder lainnya untuk bersama-sama mensosialisasikan hal itu agar distribusi air bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat petani. (ady/C)

Exit mobile version