Site icon Berita Kota Makassar

Job Fair Berantas Pengangguran di Makassar

MAKASSAR, BKM– Menekan penurunan angka pencari kerja dan pengangguran di Kota Makassar menjadi fokus Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Makassar sekarang ini. Sejumlah program yang dihadirkan seperti Maeki Anjama Rong (Manjarong) terus digalakkan termasuk dengan menggelar job fair ke tiga kalinya di tahun ini.
Meski angka pengangguran di Kota Makassar yang di data Disnaker Makassar di 2017 ini menurun, namun itu justru membuat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Makassar tersebut lebih aktif bergerak dalam mewujudkan program Makassar dua kali tambah baik.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba mengatakan, tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan job fair hanya dilaksanakan dua kali dalam setahun. Dan khusus di 2017, Disnaker Makassar menggelar job fair tiga kali. Di mana job fair digelar Disnaker Makassar akan berlangsung selama dua hari di Panakkukang Square dimulai 13-14 Desember.
Sama dengan job fair sebelumnya, Disnaker Makassar tetap membuka pelayanan pembuatan Kartu Tanda Pencari Kerja (AK-1) atau sering disebut dengan kartu kuning di lokasi job fair. Alasannya tidak lain untuk memberikan kesempatan pencari kerja berkeliling ke stand perusahaan mencari pekerjaan yang diinginkan.
“Kami bekerjasama dengan 100 perusahaan lokal dan nasional yang siap merekrut pencari kerja di Makassar. Kami target adanya job fair menyerap 6.000 tenaga kerja,” sebut Rahmat, Minggu (3/12).
Tidak sampai disitu saja, di 2018 Disnaker Makassar akan bergerak memberikan bantuan usaha bagi kelompok anak usia produktif dalam program Kelompok Usaha Mandiri (KUM). Bantuannya berupa satu paket alat cuci motor yang terdiri dari mesin kompressor, selang, pompa air, tandon air atau tempat penampungan air, spons, sampoo salju, kanebo, sampai sikat dan lap.
Adapun bantuan yang disipakan nantinya diberikan untuk satu kelompok tiap kelurahan masing-masing kecamatan di Makassar. Dan dengan memberdayakan anak usia produktif diharap dapat menjadikan anak mandiri, kreatif da aktif.
“Program KUM sudah lama kami jalankan dan di 2018 kami siapkan bantuan alat cuci motor. Jadi anak-anak yang dulunya mengharapkan uang dari orang tua sudah tidak lagi karena sudah bisa mencari uang sendiri,” tambahnya. (arf)

Exit mobile version