Site icon Berita Kota Makassar

120 Kepsek Dibebastugaskan

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melantik dan mengambil sumpah jabatan 519 kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) Dinas Pendidikan, satuan pendidikan SMA/SMK dan SLB negeri, Kamis (7/12) di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel.
Untuk pertama kalinya, gubernur melantik kepala sekolah SMA/SMK/SLB pascaperalihan kewenangan pengelolaan.
Mereka yang dilantik merupakan kepala sekolah yang berasal dari 331 unit SMAN, 165 SMKN dan 23 SLB negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo, menjelaskan kepala sekolah yang dilantik sudah melewati tahapan seleksi yang cukup ketat.
“Setiap calon wajib mengikuti diklat calon kepala sekolah untuk mendapatkan Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS). Setelah itu dilakukan observasi oleh UPTD Dinas Pendidikan di sekolah,” ungkap pria yang akrab disapa None ini.
Kemudian dilakukan tes tertulis dan wawancara kepada 1.000 guru yang memenuhi kualifikasi. Sampai akhirnya diputuskan 519 orang yang berhak menjabat sebagai kepala sekolah.
None menjelaskan, dari hasil seleksi calon kepala sekolah, sebanyak
120 yang mengalami demosi atau pembebasan tugas dari kepala sekolah. Jumlah itu terdiri dari 75 kepala sekolah memasuki masa pensiun yang kemudian diisi. 15 diganti karena bermasalah hukum, dan 10 tidak dipilih kembali karena skoringnya sangat rendah.
“120 kepala sekolah didemosi. 75 diantaranya memasuki usia pensiun. 15 bermasalah dengan hukum. Selebihnya tidak ikut seleksi. Dan ada 10 yang memang skoringnya memang rendah sekali,” ungkapnya usai pelantikan.
Setelah dilantik, ratusan kepala sekolah tersebut bersiap-siap untuk mengikuti agenda bela negara di Rindam Pakkatto selama lima hari.
Kegiatan ini, kata None, bertujuan untuk menyamakan pemahaman terhadap ketahanan negara, radikalisme dan nasionalisme.
“Kita masih koordinasikan dengan Kodam Hasanuddin,” ujarnya.
None berharap, kepsek yang telah dilantik bisa memenuhi standar kompetensi pendidik dan tenaga pendidik. Utamanya empat kompetensi dasar yang harus dimiliki guru.
Tak hanya itu, seluruh kepala sekolah diminta untuk segera mempersiapkan pelaksanaan Ujian Nasional 2018 mendatang. Sebab Disdik Sulsel menargetkan seluruh SMA/SMK negeri sudah menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
“Tidak boleh lagi ada sekolah dengan alasan apapun yang tidak melakukan UNBK. Mau alasan sinyal, peralatan atau komputer. Setelah UNBK 2017 kita sudah minta dilakukan persiapan,” tandasnya.
Untuk itu, pihaknya berharap mulai sekarang siswa sudah dibiasakan ujian dengan sistem UNBK, seperti saat ulangan harian atau ujian semester. Termasuk memberikan variasi soal kepada peserta didik.
Terkait isu politik dalam pelantikan kepala sekolah ini, None menegaskan hal tersebut tak benar. Sebab prosesnya sudah dimulai sejak bulan Agustus lalu dengan beberapa tahapan.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, berharap kepala sekolah yang telah dilantik bisa memberikan perubahan. Serta memajukan pendidikan di Sulsel dengan menyiapkan lulusan terbaik.
“Kepsek harus memastikan sekolah makin maju, pembekalan baik hard atau soft skill, mulai sikap, perilaku, keterampilan, budaya dan etika. Mereka harus menjadi contoh pemimpin di daerahnya,” kata Syahrul. (rhm/rus)

Exit mobile version