MAKASSAR, BKM — Setelah dibuka dan beroperasi untuk umum, Grand Sayang Park Hotel (GSPH) masih sepi pengunjung. Bahkan aktifitas di hotel tersebut belum terlalu maksimal. Tingkat hunian hotelnyapun masih dibawah 50 persen.
Pantauan BKM kemarin siang, aktifitas di hotel tersebut masih cukup sepi. Area parkir pun masih sepi.
Menurut General Manager (GM) GSPH, Marcus Susilarto, okupansi atau tingkat hunian hotel saat ini lumayan baik. Kendati masih berstatus hotel baru, okupansinya sudah mencapai 40 persen.
Selain tamu, kata Marcus, GSPH juga sudah diramaikan dengan kegiatan meeting dan pertemuan-pertemuan.
Untuk menarik minat masyarakat menggelar kegiatan acara di hotel tersebut, pengelola juga menawarkan paket promo diantaranya promo ulang tahun, arisan, dan meeting.
Menjelang pergantian tahun, tak mau ketinggalan, GSPH juga menggelar promo akhir tahun.
Grand Sayang Park Hotel hadir setelah Pemprov Sulsel menjual sahamnya di Hotel Imperial Aryaduta. Nilai penjualan saham senilai Rp16 miliar itulah yang disulap menjadi hotel yang pertama murni dikelola Pemprov Sulsel melalui perusda secara mandiri.
Direktur Utama Perusda Sulsel Haris Hodi, kehadiran pembangunan hotel ini mulai dirintis 2012 lalu setelah Pemprov Sulsel melepas kepemilikan sahamnya sebesar 0,08 persen di Imperial Aryaduta yang didominasi Lippo Karawaci.
Hotel ini berkapasitas 100 kamar. Namun baru 40 kamar yang dioperasikan setelah soft launching. (rhm)
Hotel Sayang Masih Sepi Pengunjung
