Site icon Berita Kota Makassar

Psikolog: Orang Tua Harus Lebih Peka

PSIKOLOG dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Widyastuti mengatakan, kejiwaan dan mental empat murid yang jadi korban pelecehan seksual akan terganggu akibat perbuatan pelaku.
”Pastinya iya. Karena dia mengalami peristiwa yang tidak selayaknya dialami. Bahkan oleh siapapun itu. Siapa yang pernah membayangkan bila seorang anak di bawah umur melakukan sesuatu yang tak lazim. Apalagi oleh oknum kepala sekolahnya sendiri,” kata Widyastuti yang ditemui usai mengajar di UNM, Kamis (7/12).
Untuk memperbaiki dan mengembalikan kondisi kejiwaan korban, menurut Widya, orang tua dan lingkungan sekitar harus mampu membantu mengekspresikan emosional anak yang mengalami kejadian yang mengganggu psikisnya.
“Untuk orang tua, agar membantu anak untuk mengekspresikan emosi-emosinya terkait dengan hal itu. Sehingga anak dapat melepaskan emosi negatifnya berkaitan dengan trauma yang dialami,” ujarnya.
Widya menganjurkan kepada orang tua agar lebih peka ketika anak-anak membuka rahasia pelecehan yang dialaminya. Jangan marah, tapi menguatkan anaknya. Sebab pengakuan mereka hampir semua dipastikan mengandung kebenaran.
“Perlihatkan kepada anak bahwa mereka tidak bersalah. Jangan desak anak untuk menceritakan detail pengalaman yang ia alami dari kejadian itu. Karena akan menganggu emosionalnya. Sebab dia disuruh mengingat kejadian yang tidak seharusnya mereka alami,” jelasnya.
Untuk pelaku atau orang dewasa, Widya mengingatkan mereka untuk
memikirkan lebih jauh sebelum melakukan tindak pelecehan terhadap anak. Sebab bukan hanya merusak keluarga korban, tapi keluarga pelaku juga akan kena dampaknya.
“Pastinya seperti itu. Karena memang begitu sanksi sosial. Keluarga pelaku juga merasa dipermalukan oleh pelaku. Sehingga memang seharusnya sebelum melakukan sesuatu harus dipikirkan efeknya. Bukan hanya pada korban dan diri sendiri. Tapi juga orang-orang terdekat, seperti anak dan istri,” paparnya.
Kejadian ini juga akan sangat merugikan bagi pelaku. Karena ia sudah dipandang buruk oleh lingkungan sekitar, yang berefek pada keluarga, jabatannya sebagai pelayan masyarakat. Selanjutnya, proses untuk beradaptasi serta memperbaiki citra di masayarakat akan butuh waktu lama.
“Banyak sekali yang disayangkan akibat perbuatan seperti ini. Keluarganya yang tidak membayangkan hal tersebut juga menjadi korban. Iklim sosial kita memang seperti itu,” tandasnya. (ita/rus)

Exit mobile version