Site icon Berita Kota Makassar

Kadis Perdagangan Tidak Tahu HET Elpiji 3 Kg

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo melakukan briefing bersama kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel, Jumat (8/12) di Baruga Kr Patingalloang.
Ada yang menarik saat briefing berlangsung ketika topik pembicaraan membahas soal elpiji 3 Kg yang saat ini cukup langka di pasaran.
Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah, sepertinya belum tahu pasti Harga Eceran Terendah (HET) untuk gas elpiji bersubsidi 3 kilo gram.
Dia ngotot mengatakan, jika HET Elpiji 3 Kg sebesar Rp12.500. Untuk mendapatkan harga tersebut, dia menyarankan masyarakat membeli kebutuhan dasar rumah tangga itu langsung pada agen.
“Jadi begini misalkan menteri perdagangan menetapkan HET, kalau mau beli HET, belilah di ritel, harganya berapa? Rp12.500 tapi kalau beli di luar tentunya harga tidak sama, karena ini barang subsidi,” katanya.
Sementara diketahui harga HET yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Gubernur Sulsel yakni sebesar Rp15.500 per tabung.
Bahkan Hadi meyakinkan bahwa harga itu telah ditetapkan berdasarkan hasil rapat bersama dari evaluasi di lapangan.
“Kita menetapkan HET dan melakukan pengawasan bersama-sama biro ekonomi, dan pertambangan, termasuk Pertamina, dia juga harus tanggung jawab,” ujarnya.
Bukan kali ini saja Hadi ngotot dengan pendapatnya bahwa harga di agen hanya Rp12.500 per tabung. Saat audience antara GM Pertamina dan Gubernur Sulsel November lalu, Hadi kerap memotong pembicaraan kepala dinas lainnya dengan nilai HET yang ia ketahui.
Dikonfirmasi terpisah, Unit Manager Communication & CSR MOR VII PT Pertamina, Roby Hervindo, mengatakan penetapan HET ini bukan pihaknya yang menetapkan namun pemerintah setempat.
“Kalau soal HET bukan Pertamina yg menentukan, tapi pemerintah daerah masing-masing, sesuai SK Gubernur,” ujarnya.
Ia pun meyakinkan jika HET yang diberikan sesuai SK gubernur adalah sebesar Rp15.500 per tabung.
“Sulsel (termasuk Makassar) Rp15.500/tabung,” ungkapnya.
Lebih jauh Roby mengulas bagaimana rantai pasokan penjualan gas tersebut.
“Kami sampaikan bahwa rantai pasokan resmi elpiji 3kg Pertamina adalah sampai ke pangkalan. Di level agen dan pangakalan, kami menjamin harga jual sesuai HET, dan suplai tersedia,” jelasnya.
Untuk pengecer yang menerapkan harga diatas HET kata Roby itu diluar dari tanggung jawab Pertamina.
“Adapaun pengecer bukan distributor resmi elpiji 3kg dari Pertamina, sehingga kami tidak bisa menjamin harga dan pasokannya. Oleh karenanya kami menghimbau agar masyarakat membeli elpiji 3kg di pangkalan Pertamina, dan tidak panik akibat isu-isu kelangkaan yang ditengarai sengaja disebarkan. Sehingga pengecer menaikkan harga di atas HET. Di beberapa lokasi bahkan sampai 25.000/tabung,” paparnya.
Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun baru, masyarakat masih dibenturkan dengan mahalnya harga tabung gas elpiji bersubsidi 3 kg.
Menanggapi hal itu, Hadi Basalamah mengaku stok hingga kini masih aman. “Kami sudah lakukan koordinasi dengan Pertamina. Ini Whatsapp-nya Pertamina,
stok aman, langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi jika terjadi kelangkaan, operasi pasar di Makassar, Gowa, dan seterusnya di daerah yang mengalami kelangkaan, dan memenuhi stok di pangkalan yang dilaporkan tinggi harganya,” ujarnya.
Hadi menambahkan, untuk solusi dirinya menghimbau kepada konsumen untuk membeli pada agen yang resmi yang ditunjuk.
“Contohnya kalau saya beli ke agen, lalu saya jual ke kamu, tidak mungkin saya jual dengan harga yang sama, karena rantai distribusinya bertambah,” ujar Hadi. (rhm)

Exit mobile version