Site icon Berita Kota Makassar

Puskesmas Batua Dapat Anggaran RP 49 M

MAKASSAR, BKM– Pembangunan Puskesmas Batua menjadi puskesmas rujukan ini bakal terlaksana di tahun depan.Pasalnya, Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp30 miliar ditambah APBD Pokok 2018 sebesar Rp19 miliar telah disepakati.
“Sudah di sepakati kemarin, memang dari seluruh puskesmas yang direnovasi Puskesmas Batua paling banyak anggarannya. anggarannya khusus fisik saja sedangkan soal pegawai dan obatan itu sudah ada anggaran khusus. Jadi disana nanti sudah bisa rawat inap dan menjadi rujukan. Apalagi, aksesnya sangat jauh ke RSUD Daya,” ungkap Ketua Fraksi PKS Makassar, Mudzakkir Ali Djamil, Jumat (7/12).
Anggota Komisi D DPRD Makassar ini juga menuturkan, bukan hanya Puskemas Batua yang bakal direnovasi, sedikitnya ada sembilan puskemas yang mendapatkan dana bantuan renovasi. Dimana kesembilan puskesmas mendapatkan anggaran yang bervariatif.
“Beda-beda anggarannya untuk sembilan puskesmas mulai Rp2-10 miliar. Berbeda dengan Puskemas Batua yang mendapat bantuan pusat juga,” ujarnya.
Muda sapaan akrabnya menambahkan, agar proyek tersebut tidak gagal lagi di tahun depan, ia meminta Dinas Kesehatan secepatnya melakukan proses tender, dan pembangunannya segera dilakukan di tahun depan.
“Sebaiknya memang segera dibuka proses tender agar segera rampung, tidak dikejar waktu seperti tahun ini, gagal karena proses tender lama dan sisa waktu yang tidak cukup,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Makassar Rahman Pina juga meminta agar anggaran pembangunan puskemas di Batua tepatnya di Jalan Abd dg Sirua dilakukan perencanaan yang matang. Sebab Puskesmas tersebut sangat dinantikan oleh masyarakat Kecamatan Manggala sebagai rumah sakit pertama di kecamatan tersebut.
“Harus memang tahun depan sudah ada, karena satu-satunya memang kecamatan di Makassar yang belum punya rumah sakit,” katanya.
Dia menjelaskan, sebelumnya pihaknya berharap ada rumah sakit yang segera dibangun, ternyata tidak bisa dibangun, hanya dengan alasan yang sangat teknis bahwa proses tender yang tidak jalan. Ia pun berharap pembangunan rumah sakit tipe C ini dapat diselesaikan tahun depan.
Selain itu ia meminta proses tender dilaksanakan sebelum triwulan kedua berakhir agar proses pengerjaannya bisa cepat dilaksanakan. ” Kita berharap bisa penganggarannya selesai tahun depan,” tutupnya.(ita)

Exit mobile version