Site icon Berita Kota Makassar

Tes Psikologi dan Kejiwaan Calon Kepsek

TINDAKAN tak terpuji SS begitu disayangkan sejumlah kepala sekolah di Makassar. Kepala SMPN 27 Nurdin, mengatakan tindakan tersebut telah menciderai dunia pendidikan di kota ini.
“Figur seperti dia kan seharusnya menjadi contoh. Lebih memperlihatkan sikap serta perbuatan yang baik. Bukan malah sebaliknya,” kata Nurdin saat menghadiri Rapat Koordinasi Akhir Tahun di Gedung Menara Pinisi UNM, Jumat (8/12).
Mengamini perlunya pelaku diberikan sanksi berat, Nurdin mencoba memberi saran untuk proses rekruitmen kepsek ke depannya. ”Jadi dalam pemilihan calon kepala sekolah nanti, bagus kalau ada tes psikologi dan kejiwaan. Dengan begitu, kejadian serupa tak terulang,” ujarnya.
Kepala SDN Tanggul Patompo 1 Sijaya, juga mengungkapkan hal serupa. Baginya, perilaku yang ditunjukkan SS harus dikembalikan pada moral masing-masing.
“Dalam aturan kan sudah jelas, baik itu agama maupun hukum. Perbuatan seperti tak diperbolehkan,” kata Sijaya.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Makassar Ahmad Hidayat juga menanggapi kasus yang membelit SS. Baginya, masalah tersebut merupakan persoalan individu dan moralitas pelaku. Bukan institusi.
Meski begitu, perbuatan SS merupakan sebuah musibah bagi guru. Karenanya, dengan peristiwa ini nantinya ruang-ruang kepsek akan dievaluasi.
Hidayat juga menegaskan bahwa program Jagai Anatta Pemkot Makassar harus lebih digalakkan lagi. Kepada siapapun, baik para guru maupun orang tua anak-anak itu sendiri.
“Kami berharap kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mau menjaga anak-anak dapat terus tumbuh. Tidak hanya pada anak mereka, tapi untuk saling memberikan perhatian dan pengawasan pada setiap anak di Makassar,” kata Hidayat. (nug/rus)

Exit mobile version