Site icon Berita Kota Makassar

Di Kejurnas 2017, Menjuarai Dua Kategori Sekaligus

DI BERBAGAI event bulutangkis, Indonesia kerap meraih juara. Bahkan menjadi tradisi. Upaya regenerasi untuk menghasilkan atlet baru pun terus dilakukan. Tak terkecuali di Sulawesi Selatan.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

FAKTA menunjukkan, bahwa hingga saat ini masih kurang atlet bulutangkis asal Sulsel yang bisa berbicara di level nasional maupun internasional. Namun, secara perlahan telah muncul bibit unggul di cabang olahraga ini.
Pada ajang kejuaraan nasional (kejurnas) bulutangkis Bangka Belitung 2017 lalu, atlet Sulsel mampu menorehkan prestasi. Khuznul Karim bahkan berhasil menyabet juara pada dua kategori sekaligus. Tentu ini menjadi sesuatu yang patut dibanggakan.
BKM mewawancarai Khuznul terkait prestasi dan latar belakangnya sampai menekuni bulutangkis. Setelah membuat janji terlebih dahulu dengannya, ia bersepakat bertemu di pelataran menara Pinisi UNM.
Dari segi fisik, tubuhnya memang ideal menjadi seorang atlet. Kulitnya putih. Raut mukanya cukup rupawan.
Saat ditemui, ia terlihat menggunakan kemeja berwarna hitam serta celana panjang berwarna krem. Khzunul mengenakan aksesoris kalung berwarna hitam dan perak.
Ciri-ciri atletnya juga terlihat dari tas yang dibawanya. Yakni tas olahraga yang biasanya khusus dipakai untuk menyimpan peralatan bulutangkis. Pembicaraan dengan Khuznul berlangsung santai.
Ia lahir di Parepare, 8 September 1997. Saat ini tengah menempuh pendidikan di jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (UNM).
Putra dari pasangan suami istri La Ganing dan Ratmayani ini mengaku telah menekuni dunia bulutangkis sejak duduk di bangku SMA. Saat ini ia tinggal di Jalan Bontoduri 1 Nomor 7.
Hampir tiap hari ia isi dengan berlatih bulutangkis. Bersama teman-temannya, sejak kuliah sudah bergabung di PB Yanti Jaya yang beralamat di Jalan Bontoduri. Di sana, ia dilatih khusus oleh para pelatih profesional.
Bukan hanya di saat kuliah ia intens berlatih bulutangkis. Ketika SMA dulu, Khuznul telah turin melakukan hal serupa. Dia dilatih langsung oleh orangtuanya. Ayahnya, La Ganing adalah seorang guru olahraga yang juga cinta akan perkembangan bulutangkis Indonesia.
Di Bangka Belitung lalu, ia berangkat bersama rekan-rekannya. Terdiri dari delapan atlet wanita, dan 8 atlet pria.
Dengan berbagai persiapan khusus sebelum kejuaraan, semua atlet perwakilan Sulsel ini berharap bisa berbicara banyak. Minimal di tingkat nasional.
Khuznul bersama pasangannya Alvin Musaddiq, berhasil menjadi juara 2 dalam kejuaraan tersebut pada kategori ganda putra. Selain itu, ia juga berhasil meraih juara 3 dalam kategori tunggal putra.
Hasil itu menjadi sangat baik, karena dalam kejuaraan tersebut Khuznul harus bersaing dengan para atlet kenamaan yang tergabung dalam PB nasional, seperti PB Djarum.
Khuznul sangat bersyukur dengan apa yang telah diraihnya. Namun ia menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari karirnya.
“Saya akan terus berlatih. Saya berharap di kejuaraan selanjutnya bisa menjadi juara 1. Semoga bisa terus membanggakan Sulsel,” ujarnya. (*/rus/b)

Exit mobile version