MAKASSAR, BKM– Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku, jika sampai sekarang masih ada drainase seperti kanal pengelolaannya bukan di kapubaten dan kota. Tapi masih dimiliki provinsi. Itulah diharapkan bagaimana drainase, kanal ataupun jalan dapat diserahkan pengelolaannya ke kota atau kabupaten.
“Sampai sekarang masih ada drainase seperti kanal dimiliki balai, dan drainase primer masih dimiliki provinsi. Kenapa tidak diserahkan saja ke kota atau kabupaten saja walupun statusnya hanya dihibahkan ke kota. Toh kalau ada apa-apa yang kena juga pasti kota,” kata Danny saat meninjau kesiapan lokasi CSS XVII di Four Point by Sheraton, Senin (11/12).
Danny sapaan akrab wali kota menambahkan, tahun ini, Kota Makassar dipilih sebagai tempat berlangsungnya City Sanitation Summit (CSS) XVII. Kegiatanya dilaksanakan, Selasa (12/12), hari ini.
Kegiatan yang menghadirkan 400 kabupaten dan kota se-Indonesia yang masuk dalam aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akopsi) digelar di Four Point by Sheraton.
Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto mengatakan, CCS XVII sebuah kegiatan yang untuk membicarakan masalah sanitasi di Indonesia. Kendala masalah seperti misalnya pada pengelolaan sanitasi juga menjadi pembahasan di CCS XVII.
Adapun Sewage Treatment Plant (STP) kata Danny, akan diperkenalkan di CCS XVII. Di mana sitem pengelolaan air limbah domestik disekitar Anjungan Pantai Losari akan diatur demi menjaga kondisi tanah tetap baik di Kota Makassar.
“Kita juga punya inovasi satgas drainase dan pentupan drainse termasuk penataan lorong itu semua akan diperkenalkan. Karena sanitasi bukan cuma sanitasinya saja tetapi seluruhnya,” sebutnya.
Danny berencana akan membuat deklarasi Makassar. Itu dilakukan usai kegiatan dilakukan dengan melakukan penandatangan batu di Anjungan Pantai Losari Makassar.
“Seperti Kota Makassar menjadi tuan rumah pengelola sanitasi di Indonesia,” singkatnya. (arf)
Danny Harap Kanal dan Drainase Diserahkan ke Pemkot
