Site icon Berita Kota Makassar

Raihan Tahun Ini Bisa Jadi Acuan Lebih Baik Lagi

TAHUN 2017 menorehkan catatan baik bagi Sulawesi Selatan. Pertumbuhan ekonominya cukup tinggi. Mampu menyaingi pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Laporan: Rahmawati Amri

GUBERNUR Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyebut, daerah yang dipimpinnya kini memiliki posisi yang sangat strategis. Juga menjadi hub di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Apalagi infrastruktur sangat representatif. Bandara dan pelabuhan dibuat lebih besar lima kali dari yang ada saat ini. Kapasitas listrik selalu surplus. Berbagai fasilitas tersedia.
Syahrul menggambarkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun 2011 sebesar 7,65 persen sedangkan nasional 6,49 persen. Di tahun 2016, Sulsel mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,41 persen, sedangkan Indonesia 5,02 persen.
Untuk realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) totalnya Rp9,20 triliun. Perkembangan perizinan dan non perizinan empat tahun terakhir, di triwulan ketiga tahun 2017 sebanyak 20.081 izin.
Sektor yang mendominasi, untuk PMDN yaitu, sektor listrik, gas dan air, pengolahan makanan, perumahan, kawasan industri serta perkantoran. Untuk PMA yaitu listrik, gas dan air, pengolahan makanan serta pertambangan.
“Apa yang kita raih tahun ini, bisa menjadi acuan untuk lebih baik lagi tahun depan,” ujar Syahrul pada diskusi akhir tahun Fajar Group di Graha Pena, Senin (11/12).
Di bagian lain penjelasannya, gubernur Sulsel dua periode itu mengatakan, 2018 mendatang menjadi tahun yang cukup penting untuk dihadapi. Momen pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak sedikit banyak akan mempengaruhi berbagai sendi kehidupan. Mulai dari ekonomi, keamanan hingga politik daerah.
Namun, ia menegaskan masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir menghadapinya. Apalagi, selama delapan tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Sulsel sudah meletakkan pondasi yang kuat bagi ekonomi dan stabilitas daerah.
“Tak perlu ada kekhawatiran menghadapi tahun 2018 mendatang. Kita punya modal dasar untuk terus maju dan berkembang, meskipun menjadi tahun politik,” ungkap Syahrul.
Dia menegaskan, Pemprov Sulsel berkomitmen menciptakan pemerintahan berjalan dengan baik menjelang pilkada. Jangan sampai kegiatan politik bisa mengganggu perekonomian di Sulsel.
Orang nomor satu Sulsel itu mengemukakan, outlook (harapan atau ramalan) tahun 2018 memperkuat posisi Sulsel sebagai pusat pelayanan di Kawasan Indonesia Timur. Posisi Sulsel sebagai mainhub (penghubung utama) perhubungan udara dan tol laut. Serta mendorong perkembangan industri pada sektor agroindustri.
Untuk target invetasi di RPJMD tahun 2018 yakni Rp10 triliun. Pertumbuhan ekonomi juga diprediksi di level 7,5 persen.
Pilkada di kabupaten dan pemilihan gubernur tahun depan diprediksi akan berpengaruh positif bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tahun depan.
“Dampaknya ada. Tapi tidak terlalu besar,” kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulsel Bambang Kusmiarso yang juga hadir dalam diskusi, kemarin.
Kata Bambang, pilkada tidak akan berpengaruh kepada konsumsi rumah tangga. Namun lebih banyak berefek ke Industri Non Rumah Tangga (INRT). Seperti tingkat okupansi hunian hotel di Makassar akan meningkat, sejalan dengan berbagai pertemuan dalam rangkaian Pilkada.
“Industri non rumah tangga ini bergerak karena kan ada peningkatan permintaan pembuatan spanduk dan atribut lainnya,” tambahnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang juga menjadi narasumber pada kegiatan ini menambahkan, 38 persen ekonomi Sulsel ditopang oleh Kota Makassar. Dia pun menjamin, kondisi perekonomian di kota ini pada tahapan pilkada tetap membaik.
“Sulsel tak pernah terpengaruh iklim nasoional, dan inilah kekhasan ekonomi kita termasuk Makassar,” kata Danny, sapaannya.
Adapun inflasi bisa diatasi dengan program andalan pemerintah kota Makassar, yakni tanam cabai di lorong. Hal inilah yang mendorong pemerintah kota tetap optimis, politik akan berpengaruh baik pada pertumbuhan ekonomi Kota Makassar pada khususnya.
“Makassar punya daya tahan ekonomi karena kita mampu mengatasi inflasi. Kita tetap optimis. Sekarang, pariwisata dan perdagangan lagi dibenahi,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua REI Sulsel Sadiq menjelaskan, pada dasarnya tidak ada yang perlu ditakutkan tahun 2018 mendatang untuk berusaha dan berinvestasi walaupun merupakan tahun politik. Sepanjang pemerintah mampu menjaga dan menjamin stabilitas keamanan, ketertiban dan kemudahan berusaha.
Khusus untuk sektor property, dia mengatakan akan terus berkembang karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat.
Yang diharapkan dari pemerintah adalah ada data yang bisa menjadi acuan pengusaha, khususnya di bidang property dalam mengambil langkah atau keputusan terkait wilayah-wilayah yang berpotensi untuk pembangunan sarana perumahan. (rhm/rus)

Exit mobile version