SIDRAP, BKM — Kalangan pengusaha ayam ras di Kabupaten Sidrap, boleh dikata tersenyum bahagia. Itu karena harga telur ayas ras mengalami kenaikan harga yang signifikan pada musim maulid akhir tahun 2017 ini.
Seperti harga telur ayam ras yang berlaku di Sidrap saat ini, antara Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per rak atau isi 30 butir. Jika kondisi normalnya, harga telur ayam ras hanya Rp35 ribu per rak.
Kenaikan harga telur ayam ras di Sidrap saat ini, mencapai sekitar Rp10 ribu dalam setiap raknya.
“Dalam satu rak, ada 30 biji telur. Alhamdulillah, harga sudah Rp45 ribu per rak,” ujar Abdul Samad, pengusaha ayam ras di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap, Selasa, (12/12).
Samad mengaku, naiknya harga telur ayam ras di Sidrap itu memberi keuntungan kepada pengusaha atau peternak.
Peternak ayam ras lainnya Umar asal Desa Allakuang, Sidrap, berharap, menyebutkan, harga telur ayam ras yang berlaku di Sidrap itu, segera pulih kembali.
“Biasanya harga akan kembali normal paling lama dua pekan setelah naik di musim maulid. Itu sudah bisa diprediksi,” kata Umar.
Saat ini dan mungkin sepekan ke depan, harga telur ayam ras mengalami kenaikan. Tapi itu tidak akan berlaku lama setelah musim maulid berakhir.
“Harga telur ayam ras inikan naik karena banyak orang pakai telur saat akan bermaulid, begitupun sebaliknya,” jelas Umar.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Sidrap, Amiruddin, berharap agar pengusaha memanfaatkan situasi itu dengan menjual telurnya ke pasaran.
“Ada baiknya semua produksi telur dilempar ke pasar-pasar, tidak malah menimbun karena menunggu natal dan tahun baru. Mumpung harga tinggi,” pinta Amiruddin
Kabupaten Sidrap, klaim Amiruddin, sekarang ini tercatat sebagai daerah pemasok telur ayam ras terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
“Setiap harinya, produksi telur ayam ras di Sidrap menembus 2,8 juta butir per hari,” tutur Amiruddin.(ady/C)
Maulid, Harga Telur Melonjak
