KEPALA Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Iskandar mengakui jika selama ini, pengelolaan dan pemeliharaan kanal-kanal yang ada di Kota Makassar berada dibawah kendali Balai Besar.
“Ada tiga kanal dan tiga drainase yang menjadi kewenangan kita, ” ungkapnya.
Untuk kanal, kata lelaki yang belum lama menjabat sebagai Kepala Balai ini, ada tiga yang berada di Kota Makassar yakni Kanal Sinrijala, Pannampu, dan Jongaya.
Jika Pemkot Makassar ingin mengambil alih pemeliharaannya, ungkap Iskandar, butuh proses yang cukup panjang. Selain harus mendapat restu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), juga harus diproses di Kementerian Keuangan.
Dia mengaku sangat menghargai itikad baik Wali Kota Makassar terhadap pengelolaan kanal-kanal tersebut. Makanya, saat bertemu dengan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, persoalan itu sempat didiskusikan.
“Saya katakan, apa yang penting dan bisa kita kelola dan kerjasamakan bersama, kita lakukan, ” ungkapnya.
Lebih jauh dikemukakan, tahun depan, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang akan melakukan upaya pembersihan kanal secara intensif. Pihaknya berencana menggandeng TNI untuk bekerja sama.
“Tahun depan, upaya pengelolaan kanal akan kami kerjasamakan dengan Kodam. Saya sudah bicarakan dengan Kasdam. Sudah jelaskan maksud, tujuan, serta skenario yang akan dilakukan terhadap kanal-kanal tersebut. Sudah kita komunikasikan tapi belum ada konkretnya. Semoga dalam waktu dekat sudah ada kesepakatan, ” jelasnya.
Terkait anggaran pengelolaan dan pemeliharaan kanal-kanal yang ada, Iskandar tidak bisa merinci secara jelas. Namun dia mengaku anggaran yang dialokasikan untuk itu cukup kecil.
“Tahun 2017 ini saja, anggarannya hanya sekitar Rp1 miliar. Kalau tahun depan, mohon maaf saya tidak bisa merinci secara pasti. Datanya ada di kantor. Sementara saat ini saya sedang berada di Takalar, ” pungkasnya. (rhm)