MAKASSAR, BKM — Bakal calon gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang masih terus melobi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik (parpol) di Jakarta. Dalam beberapa hari terakhir, wakil gubernur Sulsel dua periode ini berada di ibu kota.
Ketika dihubungi, mantan ketua DPRD Sulsel ini mengaku yakin akan meraih restu dari elit parpol untuk maju di Pilgub Sulsel 27 Juni 2018 mendatang. Soal seberapa besar peluangnya meraih dukungan parpol, Agus tetap merendah.
“Iya, masih dinamis. Namun kita tetap optimistis dapat dukungan parpol,” ujarnya, Rabu (13/12).
Meski tidak secara gamblang menyebut partai yang diperjuankan Agus untuk mendukungnya, namun mantan sekretaris DPD I Golkar Sulsel ini tetap melobi elit Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. “Tetap kita lakukan pendekatan terhadap elit parpol,” jelas Agus.
Hingga kini, parpol yang masih setia berada di Agus yakni Partai Bulan Bintang (PBB). “Iya, kalau PBB masih berada sama saya,” katanya.
Agus menepis bila akan menggelar deklarasi pasangan pekan depan. “Belum ada deklarasi. Sabar saja. Kita masih menjalin komunikasi,” terangnya.
PKS tak akan Pindah
Terkait peluang PKS akan bergabung ke Agus, ditanggapi Andi Akmal Pasluddin. Pengurus wilayah daerah PKS Sulawesi ini menegaskan bila dukungan partainya tidak akan pindah dari pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.
“PKS sudah jelas dan tegas memberikan rekomendasi kepada pasangan Prof Nurdin dan Andi Sudirman Sulaiman,” jelas anggota DPR RI ini, kemarin.
Mantan Ketua DPW PKS Sulsel ini meminta agar isu terkait akan beralihnya dukungan partai berlambang bulan sabit kembar ini agar dihentikan. “PKS tetap berada di pasangan Prof Nurdin-Andi Sudirman,” tandas mantan wakil ketua DPRD Sulsel ini.
Diserang Fitnah
Sementara itu, dukungan di pilgub untuk jalur perseorangan kembali ternoda. Kali ini dialami Bupati Kepulauan Selayar H Basli Ali.
Basli Ali yang tak lain adalah ketua DPD II Golkar Selayar mengaku kaget setelah didatangi petugas PPS untuk mengklarifikasi dukungan KTP yang berada di dokumen paslon perseorangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).
“Tadi pagi (kemarin) saya didatangi petugas dari KPU didampingi panwas, ingin memverifikasi surat dukungan paslon. Saya kaget ketika diperlihatkan oleh petugas tersebut. Lalu mereka meminta KTP saya untuk dicocokkan. Ternyata KTP saya sama dengan yang ada di surat dukungan tersebut. Lalu saya sampaikan bahwa surat dukungan ini tidak benar,” ujar Basli.
Sehari sebelumnya, Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi juga disebutkan memberikan dukungan KTPnya ke pasangan IYL-Cakka. Atas dua kejadian tersebut, pihak IYL-Cakka membantah dan mengaku diserang fitnah.
Juru bicara IYL-Cakka, Henny Handayani menuturkan, pihaknya sangat menyayangkan dan mengecam siapapun pihak yang bermain dalam melakukan pembegalan demokrasi.
“Apa yang mereka lakukan sudah sangat kasar. Sangat mencederai proses demokrasi yang berjalan. Segala cara mereka lakukan,” tandas Henny, Rabu (13/12).
Meski demikian, pihaknya tetap menghimbau kepada relawan dan pendukung untuk tidak terpancing dengan provokasi yang mereka lakukan. “Tim hukum juga sementara mengumpulkan bukti-bukti siapa penyebar informasi hoax itu, untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak berwenang,” pungkas Henny. (rif/rus)
