Site icon Berita Kota Makassar

Panggil Nama Cucu Tiga Kali Sebelum Meninggal

MAKASSAR, BKM — Pasukan kebersihan Kota Makassar dirundung duka. Seorang personelnya mengembuskan nafas terakhir usai menjadi korban tabrak lari.
Dia adalah Ratna. Perempuan berusia 59 tahun ini berpulang ke Rahmatullah pada hari Selasa (12/12) pagi. Ajal menjemputnya kala ia tengah menunaikan tugasnya. Menyapu jalan yang menjadi bagiannya. Yaitu di wilayah perbatasan Jalan Abdullah Dg Sirua, Kelurahan Paropo dan Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang serta Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala.
Seperti biasa, Ratna yang tercatat sebagai petugas penyapu jalan Kecamatan Panakkukang, mengalami aktifitasnya pada pukul 03.00 Wita, di saat sebagian besar warga Makassar masih lelap dalam tidurnya. Pekerjaan ini telah ia lakoni selama kurang lebih dua tahun. Setiap bulannya ia menerima upah sebesar Rp1,7 juta.
Imran yang bertugas sebagai pengawas penyapu jalan Kecamatan Panakkukang, memperkirakan Ratna menjadi korban tabrak lari pada pukul 05.30 Wita. Sebab ia masih sempat mengunjungi almarhumah di lokasi kerjanya pada pukul 05.09 Wita.
Imran bahkan masih sempat ngobrol dengan almarhumah. Ia diminta untuk tidak terlalu masuk ke jalan bila sedang menyapu. Sebab kondisi jalan tersebut masih gelap, dan kendaraan yang melintas terkadang melaju dengan kecepana tinggi.
”Waktu saya datang, almarhumah masih melakukan tugasnya menyapu di pinggir Jalan Abdullah Dg Sirua. Kami sempat bicara. Setelah itu saya berkeliling ke lokasi lain. Pukul 05.35 Wita saya kembali lagi ke tempat Bu Ratna. Tapi dia sudah tidak ada lagi,” terang Imran.
Yang lebih membuat Imran kaget, karena di lokasi tersebut ia mendapati gambar sketsa di aspal. Sepertinya baru saja terjadi kecelakaan lalulintas.
”Tidak lama, ada warga yang sampaikan ke saya kalau Bu Ratna ditabrak dan dibawa ke Rumah Sakit Wahidin. Saya langsung ke RS Wahidin. Saya cek di IGD, tapi tidak ada,” jelas Imran lagi.
Ia kemudian menghubungi pengawas lainnya untuk mencari tahu keberadaan Ratna. Ternyata, korban dilarikan ke RS Ibnu Sina. Kondisinya saat itu sudah kritis dan banyak mengeluarkan darah. Bahkan sempat muntah darah.
Selain menemui Imran, kemarin BKM juga mendatangi kediaman almarhuman di Jalan Babusalam RT 03/RW 05 Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang. Menantu korban bernama Saodah berkisah tentang peristiwa yang dialami mertuanya.
Menurutnya, pada Selasa menjelang pagi, ia didatangi seorang warga yang menyampaikan ada korban lakalantas di Jalan Abdullah Dg Sirua. Ditemani suaminya (anak Ratna), Saodah langsung ke lokasi yang dimaksud. Sebab ia khawatir akan keselamatan mertuanya.
”Awalnya ada bapak-bapak datang ke sini. Dia bilang, ada orang kecelakaan di depan (Jalan Abdullah Dg Sirua). Saya langsung ke sana untuk mengecek. Karena itu lokasi mertuaku menyapu jalan. Ternyata mertuaku yang jadi korban kecelakaan,” terang Saodah dengan mata berkaca-kaca.
Mengetahui Ratna berada di RS Ibnu Sina, Saodah dan suaminya langsung ke sana. Diperkirakan, korban ditabrak pengendara mobil.
”Ada orang di sekitar lokasi yang melihat kejadian. Katanya ditabrak mobil,” ujarnya.
Suasana haru menyelimuti suasana di RS Ibnu Sina. Ketika korban menjalani perawatan medis, ia sempat memanggil nama cucunya sebanyak tiga kali. Tak lama setelah itu, sekitar pukul 06.00 Wita, Ratna pun meninggal dunia.
Almarhumah telah dikebumikan di Pemakaman Islam Paropo, Kecamatan Panakkukang usai salat Ashar, Selasa (12/12). Ratna meninggalkan lima orang anak. Empat diantaranya telah berkeluarga. Yang bungsu baru menyelesaikan lulus SMA.
Anak almarhumah, Syarifuddin yang ditemui, mengaku tidak merasakan apa-apa akan kepergian sang ibu untuk selama-lamanya. ”Kalau saya tidak ada firasat apa-apa. Tapi Akbar, adikku bilang di bawah kelopak matanya selalu goyang dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, di sekitar rumah, setiap malam ada suara burung kariu (burung hantu). Kalau istri saya, beberapa malam ini juga agak gelisah saat tidur,” terang Syarifuddin.
Selama hidupnya, Ratna selalu ditemani oleh Syarifuddin ke mana-mana. Ia melarang ibunya untuk membawa bentor bila selesai menyapu jalan. Kendaraan tersebut biasa dia pakai untuk mengambil sampah rumah tangga yang ada di lorong-lorong. Biasanya dia langsung menerima uang dari warga yang sampahnya diangkut.

Terima Santunan

Menyusul peristiwa lakalantas yang menewaskan Ratna, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan langsung turun tangan. Keluarga yang ditinggalkan korban menerima santunan sebesar Rp132.600.000.
Penyerahannya berlangsung usai acara job fair di Panakkukang Square, Rabu (13/12). Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto hadir dalam acara ini. Ia didampingi Kepala Disnaker Makassar A Irwan Bangsawan dan Camat Panakkukang Thahir Rasyid.
Wali kota yang akrab disapa Danny itu mengatakan, saat ini pemerintah kota kembali berduka atas meninggalkan pahlawan kebersihan ketika sedang melaksanakan tugas menyapu jalan. Memberikan perlindungan terhadap nasib tenaga kerja di Kota Makassar menjadi perhatian serius.
”Adanya santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga Ibu Ratna, menjadi bukti bahwa pemerintah kota sangat peduli dengan perlindungan tenaga kerja. Pemberian santunan ini tidak akan mungkin kalau tanpa jaminan. Itu sebuah bukti bahwa pemerintah kota senantiasa komitmen dengan perlindungan tenaga kerja,” terang Danny.
Kabid Pemasaran Penerima Upah BPJS Ketenagakerjaan, Raden Harry Agung Cahya mengatakan, pemerintah kota telah lama bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kerja non ASN di Kota Makassar. Dari kerja sama yang berlangsung sejak Mei 2015 lalu ini, memasukkan semua tenaga kerja non ASN, seperti petugas penyapu jalan sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan.
“Pembayarannya bukan masing-masing pekerja dengan cara memotong gajinya. Tapi dibayarkan melalui APBD. Jadi gajinya tetap aman,” jelas Raden Harry
Sejauh ini, tenaga kerja non ASN yang telah dimasukkan pemerintah kota sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan mencapai 6.800 orang. Adapun profesi pekerjaan mereka, mulai dari petugas penyapu jalan sampai pegawai honorer. “Kalau ketua RT dan RW baru tahun ini dimasukkan,” ucapnya. (jun-arf/rus)

Exit mobile version