MAMUJU, BKM — Tepat 72 tahun lalu, para pendahulu bangsa Indonesia telah menorehkan catatan sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Yaitu peristiwa yang dikenal sebagai Palagan Ambarawa.
Meski dengan senjata dan perlengkapan sangat sederhana, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang merupakan cikal bakal TNI bersama rakyat memenangkan pertempuran secara gemilang.
Palagan Ambarawa adalah simbol Kemanunggalan TNI AD dan rakyat Indonesia. Hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka. Namun lebih dari itu, TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat Indonesia. Karena dilahirkan dari rakyat sehingga membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, sesuai dengan tema ‘Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat’.
Dalam rangka mengenang kembali nilai-nilai Kejuangan Palagan Ambarawa, bertempat di Makorem 142 Tatag, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, digelar upacara Hari Juang Kartika (HJK) 2017 dengan inspektur upacara Danrem 142 Tatag, Kolonel Inf Taufiq Shobri.
Tampak hadir dalam kegiatan ini, masing-masing Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar. Hj Enny Anggraeny, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs Baharuddin Djafar, Bupati Mamuju, H Wahid Habsi, Danlanal Mamuju, mewakili bupati Mateng, kepala SKPD, veteran, dan FKPPI.
Dalam sambutan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono yang dibacakan inspektur upacara menyampaikan, upacara dilaksanakan secara terpusat maupun tersebar secara sederhana. Di samping itu, melaksanakan acara syukuran, ziarah, lomba lari 10 K, bakti sosial, dan karya bakti.
Prestasi yang diraih TNI AD ditingkat internasional baik pada penugasan maupun dalam pertandingan moloter serta keberhasilan penanggulangan teroris maupun kelompok kriminal separatis bersenjata, wujud keberhasilan pembangunan kekuatan pertahanan negara.
Selaras dengan visi Nawacita Presiden Joko Widodo, TNI AD berkomitmen untuk membantu tugas-tugas pemerintah serta meringankan kesulitan rakyat yang dilaksanakan melalui operasi militer (OMSP)
Danrem dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan ucapan terimakasih pada semua pihak yang telah berkenan hadir dalam upacara Hari Juang Kartika 2017 yang digelar di Makorem dalam membangun sinergitas semua komponen masyarakat.
Sementara itu, dalam sambutannya Wagub Sulbar, Enny Anggraeny juga mengucapkan terimakasih. Karena selama ini, keberadaan Korem 142 Tatag mampu membantu Pemprov dalam meningkatkan infrastruktur dan mempercepat pembangunan pertanian. Sehingga sinergitas tetap dipertahankan.
”Selamat Hari Juang Kartika, senergitas antara Korem 142 dengan jajaran Polda selama ini sudah berjalan sangat baik. Terutama dalam pelaksanaan tugas-tugas lapangan,” ucap Kapolda dalam sambutannya.
Usai upacara HJK, kegiatan dimeriahkan dengan aksi drama kolosal dengan mengambil judul kisah perjuangan I Callo Wewwang di Tanah Mandar diperagakan para siswa SLTA Polman serta aksi demonstrasi Beladiri Yong Modo dari prajurit Yonif 721/MKS
Para tamu undangan, Wagub Sulbar, Kapolda Sulbar didampingi Danrem, juga berkesempatan meninjau pelaksanaan bakti sosial berupa sunatan massal, pengobatan serta donor darah )yang diikuti ratusan warga, pemotongan tumpeng, pemberian bingkisan kepada para veteran serta penyerahan kunci bedah rumah kepada Andi Baso Maksum. (ala/mir/c)
Meriah, HJK 2017 di Makorem 142 Tatag
