MAMUJU, BKM — Aparatur Sipil Negara (ASN) sampai saai ini masih menjadi incaran bagi setiap wisudawan setelah mereka dinyatakan lulus. Karena itulah, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) menyampaikan kepada para wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Fatimah agar tidak selalu berharap meraih impian sebagai ASN.
Apalagi sesuai keputusan pemerintah pusat yang meniadakan pengangkatan ASN selama lima tahun ke depan. ”Wisudawan merupakan langkah awal alumni dalam berkarya. Untuk itu, para alumni diharapkan mampu memiliki kemampuan dan peran bagi pembangunan masyarakat dan daerah ke depan,” kata Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar saat menyampaikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Stikes Fatimah.
ABM menyampaikan, tantangan telah menunggu dimasa mendatang. Hal itu tidak boleh menjadi sebuah alasan penghambat generasi muda dalam berkarya. Justru merupakan motivasi dalam meraih masa depan lebih baik.
Terkait pendidikan di Sulbar, Pemprov Sulbar telah menyediakan beasiswa bagi para pelajar S1 khususnya keguruan dibidang biologi, kimia, fisika, dan matematika hingga tahap penyelesaian studi. Begitu juga untuk pendidikan S2, sebanyak 20 orang untuk berbagai berbagai jurusan serta S3 sebanyak 15 orang. Tapi masyarakat masih kurang respon terhadap kebijakan gubernur tersebut.
”Kami mempunyai beasiswa untuk anak-anak yang mau kuliah S1 dan ingin menjadi guru, S2 20 orang diberbagai jurusan, dan S3 15 orang. Tolong ini kita harus peduli pendidikan. Sampai sekarang, belum ada yang menyetor tentang beasiswa itu,” bebernya.
Hadir pada kegiatan itu, Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Ahmad Azis, Direktur Rumah Sakit Regional Sulbar, Andi Munatsir, pimpinan Kopertis, dan para tamu undangan. (ala/mir/c)
Wisudawan Jangan Hanya Berharap Jadi ASN
