Site icon Berita Kota Makassar

Memulai Karir dari Doorman

JANGANLAH pernah berhenti untuk berusaha. Sebab masa depan seseorang tak ada yang tahu. Termasuk diri kita sendiri.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

MANUSIA yang berhasil, salah satunya karena ia tak pernah pantang berusaha. Bagaimanapun kondisinya, asalkan halal, menyerah terhadap keadaan justru bisa menjadi masalah.
Halido mungkin bisa menjadi salah satu contohnya. Ia memulai pekerjaan dari yang biasa-bisa saja, hingga kemudian bisa meraih sukses sebagai seorang general manager (GM) di sebuah hotel.
Disiplin dan loyalitasnya ada pekerjaan telah berbuah hasil.
Menjadi seorang GM sebuah hotel merupakan pekerjaan yang membanggakan, sekaligus tantangan tersendiri. Banyak suka maupun duka dalam melakoninya. Apalagi ia memiliki tugas yang tidak mudah dalam proses mengembangkan sebuah hotel.
Halido lahir di Kabupaten Gowa, 10 November 1963. Sebenarnya ia sama sekali tidak memiliki latar belakang pendidikan perhotelan. Bahkan tidak pernah mengenyam bangku kuliah. Namun karena kegigihan dan kerja kerasnya, ia mampu membuktikan diri sebagai salah satu yang terbaik di Grand Palace Hotel.
Bukan hal mudah baginya menduduki jabatannya sekarang. Jauh sebelum menjadi GM Grand Palace Hotel, ia memulai karirnya di hotel dari bawah.
Siapa yang pernah menyangka jika Halido memulai perjalanan kariernya di dunia perhotelan dari seorang doorman.
Jika seorang pengunjung hendak memasuki sebuah hotel, kerap kali melihat ada seseorang yang membukakan pintu. Itulah doorman. Tugas utamanya membukakan pintu lobby bagi para tamu yang akan masuk maupun yang keluar hotel.
Halido memulai pendidikannya di SDN Malakaji, Gowa tahun 1977. Kemudian melanjutkan di SMPN Malakaji pada 1980. Setelah itu barulah ia hijrah ke Makassar dengan bersekolah di SMAN 1 Makassar tahun 1983.
Saat ini, ia telah memiliki seorang istri bernama Siti Maryam. Dari pernikahannya, telah dikaruniai dua orang anak. Masing-masing bernama Firdhah dan Fildzah.
Pria yang hobi berolahraga dan menyanyi ini memulai karirnya sebagai doorman di Victoria Panghegar Hotel Makassar pada 1991. Saat itu, Victoria Panghegar di bawah manajemen Panghegar Bandung. Sampai pada akhirnya ia berkarir di Grand Palace Hotel, hingga dipercaya menjadi seorang GM sampai pada saat ini.
Halido pun tak sungkan membagi suka dan dukanya selama menjadi GM. Saat okupansi sangat rendah dan biaya operasional tetap mengadang, disitulah ia kadang merasa beratnya menjadi seorang GM.
“Itulah yang menjadi dukanya. Apalagi fix cost yang harus teratasi. Karena maju tidaknya sebuah hotel, tergantung bagaimana seorang GM mengatur operasionalnya,” jelas Halido.
Namun, ada pula yang membuatnya senang menjalani pekerjaannya. Yaitu bila operasional berjalan dengan lancar. Khususnya pelayanan terhadap tamu yamg merasa puas dan adanya positif comment, menjadi hal yang ia senangi.
Pria yang memiliki motto hidup; jalani saja, jangan mengeluh ini tak lupa membagi kiat-kiat suksesnya. Baginya disiplin dan loyal terhadap perusahaan, serta tidak hitung-hitungan waktu kerja adalah kunci dimana orang bisa meraih apa yang diinginkannya. (*/rus/b)

Exit mobile version