MAKASSAR, BKM– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pantun dan Seni Kreatif (PSK) Universitas Hasanuddin menggelar dialog budaya bertempat di Baruga Anging Mammiri, Jalan Penghibur, Minggu (17/12).
Dialog yang mengambil tema tema Rumahkan Makassar Sebagai Negeri Pantun menghadirkan Budayawan Alwy Rahman, Akademisi Ery Iswari dan Sastrawan/Passinrilik Arif Rahman Dg Rate sebagai pembicara. Selain gelar dialog, UKM PSK Unhas juga melaunching Rumah Pantun Makassar.
Menurut Ketua Rumah Pantun Makassar Muh Rijal Djamal, keresahan terhadap sastra tutur semakin hilang. Dan salah satu yang cukup mudah dikembangkan adalah pantun. Karena pantun yang menjadi budaya nasional di Kota Makassar dapat digarap dengan cara kearifan lokal, berbasis kreatif, dan bernuansa kekinian.
“Karena dengan nuansa kekinian anak-anak muda atau pelajar bisa dengan mudah masuk. Makanya di Rumah Pantun Makassar di dalamnya kami buatkan beberapa kamar yaitu, kamar pelatihan, penulisan, pertunjukan, pendidikan dan pelestarian yang untuk dimanfaatkan,” sebutnya.
Di kamar pelestarian kata Rijal itu melalui media atau film. Penulisan tidak kalah pentingnya. Karena selama ini sudah banyak pantun-pantun tidak didokumentasikan dengan baik. Sehingga pencipta dari pantun masih ada yang belum diketahui. Contohnya pantun berakit rakit ke hulu, berenang renang ke tepian yang sampai sekarang ini belum diketahui siapa penciptanya.
“Makanya saya minta ke teman-teman tulis pantun dan namanya lalu kemudian bukukan. Karena untuk dibuatkan kompilasi pantun,” katanya.
Adapun rencana di 2018, Rumah Pantun Makassar akan membuat pantun dialek Bugis-Makassar. Di mana pantun tetap dibuat dengan bahasa Indonesia, tetapi pantun disampaikan menggunakan dialek atau bahasa Bugis-Makassar.
“Kita tidak pakai melayu total, karena gaya melayu sastranya sangat tinggi sekali. Dan ada bahasa melayu yang orang di Makassar tidak kenal. Makanya dengan bahasa dialek bugis makassar anak-anak muda bisa gampang dan mudah menangkap serta memahami,” akunya.
Untuk Rumah Pantun Makassar yang diluncurkan, Rijal menjelaskan jika Rumah Pantun Makassar bukan hanya sekadar melestrikan budaya pantun melalui pementasan saja. Namun juga akan bekerjasama dengan sekolah khususnya PAUD untuk mengajar dan melatih anak di PAUD berpantun.
Rumah Pantun Makassar yang diluncurkan UKM PSK Unhas telah mendapat tempat untuk beraktivitas yang berada di gedung RRI. (arf)
Rumah Pantun akan Ajari Pantun Murid PAUD
