MAKASSAR, BKM — Hujan yang mengguyur Kota Makassar telah menimbulkan dampak yang meresahkan. Pemukiman warga di Jalan Dg Hayo, Kompleks Kodam, Kelurahan Bitoa, Kecamatan Manggala kini terendam. Warga setempat mengeluhkan keadaan ini.
”Di sini ada lima lorong. Kalau musim kemarau benar-benar kering. Sebaliknya, kalau hujan pasti banjir. Sudah lamami seperti ini. Sejak masih bagian dari Kelurahan Antang, hingga kemudian dimekarkan menjadi Kelurahan Bitoa,” ungkap Lince, salah seorang warga kompleks Kodam yang sudah hampir 11 tahun lamanya bermukim di tempat ini.
Diakui, sebelumnya Lurah Antang telah menggelar pertemuan guna mengantisipasi banji bila memasuki musim penghujan. Hanya saja, hingga saat ini belum ada hasilnya.
”Pernah pertemuan dengan lurah sebelumnya, ketika masih berstatus Kelurahan Antang. Setelah menjadi Kelurahan Bitoa, warga dijanji akan dilakukan pengerjaan drainase pada bulan November lalu. Tapi sampai sekarang belum pernah terealisasi,” ungkap Lince.
Bukan hanya drainase dalam kompleks yang tidak dapat perhatian. Jalan poros di luar kompleks sudah sangat tinggi. Air dari luar masuk ke kompleks serta rumah warga.
Hal senada diungkapkan Basri, juga warga kompleks Kodam. Ia kadang mengungsi ke rumah kerabatnya bila air sudah memasuki kediamannya.
”Saya sudah delapan tahun tinggal di sini. Dari awal tinggal memang selalu banjir kalau hujan. Kondisi ini semakin parah sejak perpanjangan jalan, dari kompleks Kodam tembus Pattunuang,” cetus Basri.
Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassat Asriani Idrus, menjelaskan prakiraan cuaca empat hari ke depan untuk wilayah Sulsel masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan-lebat. Terutama di wilayah Sulsel bagian barat dan selatan.
”Khusus Kota Makassar, hampir sama. Di mana hujan dengan intensitas ringan-lebat. Kapasitas hujan dengan intensitas sedang 20-50 mm/hari. Sementara lebat di kisaran 50-100 mm/hari,” ujarnya ketika dihubungi, kemarin.
Kecepatan angin, tambah Asri, umumnya berhembus dari barat hingga barat daya dengan kecepatan BD-BD 10 hingga 40 km/jam.
Lima Perahu Karet
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Muh Rusli menyebutkan, ada lima perahu karet milik pemkot yang dipersiapkan untuk melakukan evakuasi terhadap korban banjir. Alat tersebut dapat menampung lima orang sekaligus. Saat ini tersimpan di kantor BPBD Makassar.
Selain itu, disiapkan pula mempersiapkan family kit. Logistik yang berisi sarung, selimut, handuk, sabun mandi sampai sikat gigi ini siap disalurkan kepada korban bencana banjir.
“Posko induk sudah ada kami dirikan di kantor, dan tetap memonitor informasi dari relawan yang ada di setiap kecamatan. Begitu ada informasi banjir yang masuk, kami segera turun melakukan evakuasi,” jelas Rusli, Minggu (17/12)
Dia berharap, di musim hujan tahun ini tidak ada wilayah di Makassar yang terkena banjir. Kalaupun terjadi, pihaknya telah siap untuk membantu masyarakat dengan melakulan evakuasi, mendirikan posko bencana dan memberikan bantuan.
“Jadi selain melakukan evakuasi dan memberikan bantuan, kami akan mendirikan posko pengungsi. Setiap posko dapat menampung 20 sampai 30 orang pengungsi. Sampai sekarang belum ada informasi banjir kami dapat, khususnya di daerah rawan Kecamatan Manggala,” akunya. (jun-arf/rus)
