Site icon Berita Kota Makassar

Korsleting Listrik, Penyebab Tertinggi Kebakaran

MAKASSAR, BKM– Sejak awal tahun hingga kini, setidaknya sudah terjadi 146 kasus kebakaran di Kota Makassar. Penyebab kebakaran tersebut macam-macam. Tapi yang paling sering karena aliran listrik.
Tiga penyebab kebakaran lain selain aliran listrik adalah akibat puntung rokok, kompor, dan lain-lain.
Dari data di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, peristiwa kebakaran di sepanjang 2017 mencapai 146 kasus. Kebakaran yang disebabkan listrik 73 kasus, kemudian disusul pembakaran sampah alang-alang sebanyak 17 kasus dan kompor sebanyak 7 kasus.
Rumah tinggal yang terbakar sebanyak 195 dan toko kios sebanyak 217. Korban meninggal sebanyak 5 orang dan korban luka-luka 5 orang dengan total kerugian meteril Rp30.440.100.000.
Kasus kebakaran tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2016, peristiwa kebakaran mencapai 171 kasus. Kebakaran yang disebabkan masalah listrik dengan 75 kasus, kebakaran karena kompor 13 kasus, dan kebakaran karena pembakaran sampah alang-alang 12 kasus.
Sementara sepanjang peristiwa kebakaran yang terjadi, rumah tinggal yang terbakar 218 kasus dan toko kios 63 kasus. Adapun akibat peristiwa kebakaran menewaskan 3 orang, korban luka-luka 12 orang dan kerugian meteril Rp39.639.065.000.
Kepala Bidang Operasional Damkar Kota Makassar Hasanuddin menyebut, menurunnya peristiwa kebakaran di Kota Makassar pada 2017 karena Damkar Kota Makassar terus melakukan tindakan preventif berupa pemberian sosialisasi pencegahan kebakaran termasuk penyuluhan tentang cara mengendalikan jika terjadi kebakaran.
“Sepanjang 2017 ini kami rutin memberikan sosialisasi dan penyuluhan pengendalian kebakaran di setiap kecamatan. Hasilnya, peristiwa kebakaran menurun,” sebut Hasanuddin, Senin (18/12).
Diapun menambahkan, cara awal untuk mengendalikan kebakaran yang dapat dilakukan warga yakni tidak panik, dan kemudian mencari karung goni yang basah untuk menutupi api.
“Banyak cara dapat dilakukan masyarakat jika terjadi kebakaran awal seperti menggunakan karung goni basah dan segera menghubungi Damkar Kota Makassar.
Dari 15 kecamatan di Kota Makassar, Kecamatan Tallo rawan terjadi kebakaran hebat dan besar. Selain karena pemukiman padat penduduk, wilayah tersebut juga memiliki banyak lorong yang menyulitkan petugas masuk ke dalam pemukiman melakukan pemadaman api.
“Kesadaran warga memberikan ruang dan jalan petugas untuk memadamkan api juga masih sulit. Inilah kami sering sampaikan kepada warga untuk membukakan kami jalan memadamkan api,” katanya. (arf)

Exit mobile version