MEMBERI kemudahan birokrasi bagi warga yang sibuk di siang hari, Ansar siap memperpanjang pelayanannnya hingga malam hari termasuk pada hari libur.
Laporan: JUNI SEWANG
” Saya siap dan berupaya terus memudahkan warga terkait percepatan pelayanan publik. Salah satunya dengan saya siap melayani warga dalam pengurusan administrasi pada malam hari dan waktu libur, jika warga sangat membutuhkan,” ujar Ansar, pelayan lorong di Kecamatan Rappocini ini.
Bahkan kata Ansar di depan penulis, dengan pelayanan di malam hari, warga merasa puas atas kinerja aparat Kecamatan. Sejumlah warga juga mendukung kebijakan perpanjangan pelayanan tersebut karena sangat membantu dalam mengurus berbagai dokumen.
“Saya masuk lorong lorong jemput berkas warga yang ingin mengurus kelengkapan administrasi, tidak menutup kemungkinan penjemputan berkas warga juga saya jemput di hari libur, seperti hari minggu, biar di hari seninnya bisa langsung diproses,” ungkap Ansar.
Pria bujang ini lebih memilih menghabiskan waktunya bersama warga di wilayah kerjanya, diluar dari hari dan kerja pun ia pergunakan untuk menjemput kelengkapan pengurusan administrasi guna mencegah penumpukan pengurusan serta mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
“Biasa di luar hari kerja dan jam kerja saya mamfaatkan jalan-jalan ke rumah rumah warga, kalau kalau ada yang mau mengurus administrasi. Kebetulan juga masih bujang, tinggal di rumah juga tidak bikin apa apa,” ungkap Ansar.
Dengan memberikan pelayanan langsung ia bahkan lebih dikenal warga daripada lurahnya. ” Tidak sedikit wargayang membuat hajatan mengundang saya, atau mereka lagi bikin acara makan makan saya diajak,” ujarnya.
Pria kelahiran Ujung Pandang, 5 Maret 1984 memang sejak dulu ingin bekerja sebagai pelayan masyarakat, meski dimanapun ia bertugas.
Olehnya itu, apa yang cita-citakan Ansar terwujud. Ia diangkat menjadi tenaga kontrak di Kelurahan Tidung kecamatan Rappocini.
Kecamatan Rappocini adalah satu satunya kecamatan yang melakukan pelayanan lorong (pelor) yang langsung mendatangi masyarakat untuk memberikan pelayanan administrasi dari rumah ke rumah dalam lorong.
Kepada penulis, Ansar mengaku, setiap harinya mengawali aktivitasnya ke kantor kelurahan absensi dulu pada pukul 06.30. Setelah absensi Ansar segera memacu kendaraan roda dua milik kelurahan yang dilengkapi dengan box di belakangnya (pelor) menyusuri lorong lorong di wilayah Kelurahan Tidung.
“Dukanya kerja pelor ini tidak ada. Sukanya yang lebih banyak. Tapi memang kita bosan sendiri jika menunggu warga yang keluar rumah. Lebih lebih kalau hujan, karena administrasi ini kertas takutnya basah, terkadang lama orangnya lama datang,” ungkap Ansar.
Adapun administrasi yang diantar berupa Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, surat keterangan mencakup surat keterangan usaha, surat keterangan domisili.
Ansar juga menyempatkan membuka boks yang ada di sadel motornya. ” Isinya kertas dan sarana pendukung pelayanan administrasi yakni print dan kertas print,” katanya.
Ditanya perasaannya bertugas sebagai pelor, Ansar dengan senyuman khasnya mengatakan, tugas yang diembannya adalah tugas mulia dan jika ikhlas dijalankan adalah salah satu ibadah. “Tugas yang saya kerjakan setiap hari adalah amanah. Tujuannya, untukmempermudah pelayanan administrasi kepada warga, terlebih pelayanan pendukung pembangunan seperti penagihan Pajak Bumi dan Bangunan,” ujarnya. (jun)
