MAKASSAR, BKM–Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid (NH), menginstruksikan seluruh kader bergerak massif dan militan guna memenangkan usungan partai pada Pilwali dan Pilbup serentak 27 Juni 2018. Tidak ada ruang untuk bersantai mengingat tahapan telah berlangsung. Totalitas kader Golkar, tegas NH, merupakan harga mati untuk memastikan usungan partai berlambang beringin tampil sebagai pemenang. “Kader dan seluruh instrumen partai harus bergerak. Tidak ada lagi waktu untuk berleha-leha, apalagi berdebat karena perbedaan,”ujar NH yang juga Bakal Calon Gubernur Sulsel, Senin (18/12).
Menurut NH, keputusan Golkar dalam mengusung bakal calon mesti direspons kader dengan dukungan dan upaya nyata pemenangan. Diakui dia, dalam politik terkadang muncul perbedaan, intrik dan polarisasi. Tapi, sebagai kader yang baik, tidak ada alasan untuk mengkhianati putusan partai. Terlebih, Golkar merupakan partai besar yang memiliki mekanisme dan aturan yang tegas dan jelas. “Alhmadullilah, Golkar senantiasa solid dan itu harus dijaga. Begitu partai sudah memutuskan, maka seluruh kader harus loyal dan taat azas. Tidak boleh lagi ada perbedaan,” tegas pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu.
NH menyampaikan pimpinan Golkar tidak akan ragu melakukan revitalisasi kepengurusan bila melihat ada gelagat kader yang tidak taat azas. Seluruh kader dan pengurus partai besutan Airlangga Hartarto itu, sambung dia, harus senantiasa menjaga soliditas. “Golkar ini partai besar dan kita semua yang tergabung merupakan keluarga. Kalau ada perbedaan ya mari bicarakan baik-baik,” pungkas mantan Ketua PSSI itu.
Selain itu, NH juga akan memperjuangkan infrastruktur untuk menjadi salah satu agenda prioritas guna mengakselerasi pembangunan dan perekonomian daerah. Pembangunan infrastruktur dipaparkannya merupakan satu dari tiga poin konsep trikarya menuju Sulsel Baru.
Salah satu pembangunan infrastruktur yang dianggap perlu adalah pembukaan jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai. NH menyebut perintisan jalan pada dua rute tersebut terbilang penting. Jalan Makassar-Bone misalnya yang tidak banyak berubah, padahal rute tersebut sangat strategis dan menjadi penghubung menuju Sultra.
Selanjutnya, jalan Makassar-Sinjai melalui rute selatan Sulsel terbilang cukup jauh dan kondisinya pun tetap sama dari waktu ke waktu. NH menyebut perlunya ada ‘gebrakan’ pembangunan infrastruktur jalan, meski diakuinya membutuhkan dana besar. Tapi, itulah tantangan seorang gubernur.
NH mengatakan gubernur tidak boleh sebatas bertumpu pada APBD, tapi harus piawai ‘menarik’ APBN dan mendatangkan investor. Untuk jalan baru Makassar-Bone dan Makassar-Sinjai, NH memperkirakan butuh anggaran setidaknya Rp7,5 triliun. Masing-masing rute Makassar-Bone Rp3,5 triliun dan Makassar-Sinjai Rp4 triliun. “Nominal sebesar itu tidak ada artinya kalau punya akses atau jaringan yang luas. Untuk apa saya mendapatkan label sebagai tokoh nasional, bahkan tokoh internasional, kalau tidak mampu untuk itu,”pungkasnya. (rif)
NH Tuntut Totalitas Kader Golkar Menangkan Pilkada Serentak
