MAROS, BKM — Air terjun di objek wisata alam air terjun Bantimurung, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Jumat kemarin (22/12), meluap. Hal ini disebabkan intensitas curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir cukup tinggi melanda Kabupaten Maros.
Kepala Seksi (Kasi) Jasa Usaha Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Alamsyah Sehuddin, menuturkan, kondisi alam di Bantimurung ini merupakan kali kedua terjadi sepanjang tahun 2017.
Meski kondisi air terjun meluap hingga melewati jembatan dan tumpah ke jalur pejalan kaki, namun pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tetap membuka lokasi taman tersebut.
Padahal, dari pantauan BKM di lokasi, air yang meluap tersebut memiliki arus kuat. Air yang meluap terlihat merendam gazebo. Airnya pun berwarna kecoklatan karena keruh.
”Sampai saat ini, kami masih tetap membuka layanan untuk kunjungan wisatawan. Meski kondisi arus air terjun meluap, tapi masih ada objek lain yang bisa dikunjungi,” jelasnya kepada wartawan.
Alamsyah menjelaskan, selama musim hujan terjadi, wisatawan yang berkunjung mengalami penurunan dari hari biasanya. Untuk hari-hari kerja, biasanya kunjungan mencapai 500 orang per hari, dan hari libur mencapai 1.000 orang.
Namun selama beberapa hari terakhir, kunjungan wisatawan hanya berkisar 200 orang per hari. Untuk menjaga keamanan pengunjung kata Alamsyah, pihaknya menstand-bykan petugas keamanan untuk menjaga pengunjung agar tidak mendekat ke lokasi air terjun.
Selain itu, pihaknya mengimbau pengunjung agar tidak tidak merapat ke area berbahaya. ”Kami standby-kan petugas untuk menjaga keamanan pengunjung. Meski seperti itu, warga sekitar masih menganggap kalau kondisi alam yang sekarang adalah hal biasa,” ujarnya. (ari/mir/c)