Site icon Berita Kota Makassar

Enam Orang Tewas di Tengah Hujan Lebat

TAKALAR, BKM — Jarum jam menunjuk angka di kisaran pukul 03.00 Wita, Jumat (22/12). Terdengar suara sirine mobil ambulance berkecepatan tinggi. Melintas di jalan poros Lingkungan Tamalate, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar.
Lengkingan suara sirine disertai kelap kelip lampunya, berseliweran dengan air hujan yang tengah turun begitu lebatnya. Di belakang ambulance tersebut mengekor sebuah mobil Daihatsu Ayla berwarna merah. Bernomor polisi DD 1387 LC.
Tepat di sebuah tikungan tajam wilayah Tepo, pengemudi Ayla tak mampu menguasai kendaraannya. Mobil tersebut tidak berbelok. Melainkan melaju lurus dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Akibatnya, mobil menghantam tiang pembatas jalan. Kemudian masuk ke dalam rawa-rawa yang memiliki ketinggian air kira-kira dua meter.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut, kemudian beramai-ramai datang ke lokasi. Mereka mencoba berusaha mengevakuasi korban. Namun karena air rawa cukup dalam, upaya pertolongan pun urung dilakukan.
Polisi Lalulintas Polres Takalar lalu dihubungi. Tak lama berselang mereka tiba di lokasi kejadian. Kemudian dilakukan penyisiran. Didapatlah mobil nahas itu dalam kondisi mengapung di atas air rawa-rawa.
Petugas bersama warga bermaksud melalukan evakuasi orang yang ada di dalamnya. Sayang, pintu mobil terkunci rapat. Penumpang pun sulit dikeluarkan.
Memecahkan kaca mobil menjadi solusi. Akhirnya, tujuh orang korban berhasil dikeluarkan.
Hanya saja, tiga orang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Sementara empat lainnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Dg Ngalle Takalar.
Namun, di tengah perjalanan, tiga orang meninggal dunia. Satu lainnya berhasil diselamatkan, meski kondisinya kritis. Korban yang masih hidup adalah Dg Ngerang (37), warga Dusun Bontomate’ne, Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto.
Petugas kepolisian kemudian melakukan proses identifikasi terhadap keenam korban tewas. Semuanya diketahui warga Dusun Bontomate’ne, Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto.
Mereka adalah Syahrir (32), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Saat kejadian, ia yang mengemudikan mobil nahas tersebut. Korban meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit. Syahrir mengalami luka robek pada kepala bagian kiri, lecet di hidung sebelah kiri dan lecet pada pelipis kiri.
Alimuddin Dg Sikki (57) mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian. Demikian pula Radifa Marwah. Bocah berumur dua tahun ini meninggal di TKP.
Sementara Sudarman Dg Tutu (18), Kayla (2) dan Sapri (30) berpulang saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dihubungi, kemarin membenarkan peristiwa lakalantas tersebut. Dari tujuh orang di dalam mobil nahas, enam diantaranya meninggal.
”Mobil yang kecelakaan dikendarai salah seorang korban bernama Syahrir. Melaju dari arah timur ke barat mengikuti mobil ambulance. Di dalam ambulance ada seorang ibu yang hendak melahirkan dan mau dibawa ke Makassar,” jelas Dicky.
Perempuan tersebut merupakan istri dari Dg Ngerang, satu-satunya penumpang mobil Daihatsu Ayla yang selamat. Hanya saja, ia belum bisa dimintai keterangannya karena masih depresi.
Petugas Satuan Lalulintas Polres Takalar telah mengambil keterangan dari sejumlah saksi di lokasi. Informasi yang diperoleh, kecelakaan lalulintas tersebut diduga kuat karena kondisi jalan yang licin. Apalagi hujan turun dengan derasnya. Akibatnya, mobil lepas kendali dan tergelincir masuk ke dalam rawa-rawa.
Pascainsiden kecelakaan maut tersebut, polisi lalu melakukan olah tempat kejadian perkara. Dipasang pula imbauan kepada pengendara untuk berhati-hati ketika menikung di lokasi ini.
Mobil Daihatsu Ayla yang mengalami kerusakan parah, diamankan ke Mapolres Takalar. Seluruh kacanya hancur. (ish/rus)

Exit mobile version