MAKASSAR, BKM– Sejak memasuki musim pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan sejumlah penyakit mulai menyerang warga di Kota Makassar.
Sesuai data yang diperoleh dari rumah sakit berplat merah ini, sejak september hingga desember tercatat 392 jumlah pasien diare.
Direktur RSUD Daya, dr Ardin Sani, mengatakan bahwa peningkatan ini terus bertambah setiap bulan. Apalagi saat ini Kota Makassar dilanda banjir di sejumlah titik sehingga hal tersebut juga memicu sejumlah penyakit utamanya diare.
“Kalau September dan Oktober pasien diare totalnya 58 orang, pasien paling dominan lansia dan anak-anak. Peningkatannya jelas terlihat saat masuknya bulan november dan desember, “ungkapnya saat di temui di ruang kerjanya, Jumat (22/12).
Lanjut dr Ardin, gastroenteritis atau diare menjadi penyakit yang paling banyak dilayani di RSUD Daya. Hal ini disebabkan banyaknya warga terkontaminasi dengan air dan makanan yang kurang bersih serta peralatan yang kotor.
Adapun pasien sebanyak 392 orang yang terdiri dari jumlah pasien diare rawat inap sebanyak 339 orang dan jumlah pasien diare rawat jalan sebanyak 53 orang.
Selain itu ia menyebut jika dyspepsia atau maag menjadi salah satu penyakit yang juga kerap menyerang pada periode hujan seperti saat ini. Data sepanjang bulan oktober ke Desember dyspepsia menempati posisi kedua dalam 10 besar penyakit yang ditangani RSUD Daya dengan jumlah pasien sebanyak 213 orang.
“Risiko penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh kuman tersebut dapat dihindari, asalkan masyarakat mau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ucapnya.
Sedangkan penyakit kencing tikus sepanjang tahun ini belum ada pasien yang ditangani di RSUD Daya. “Soal penyakit kencing tikus dari data kami belum ada, tapi tidak menutup kemungkinan di bulan ini ada menginggat banjir di sejumlah titik di Kota Makassar, ” tutupnya.(ita)
Pasien Diare di RSUD Daya Capai 392 Orang
